Pekerja membuat ukiran kaligrafi. Medcom.id
Pekerja membuat ukiran kaligrafi. Medcom.id

Pesanan Ukiran Kaligrafi Meningkat di Bulan Suci

Ramadan Ramadan 2019
Rhobi Shani • 15 Mei 2019 11:22
Jepara: Pada bulan Ramadan, Ali Ahmad perajin seni ukir kaligrafi dan relief, terpaksa menambah pekerja di bengkel kerja miliknya. Itu dilakukan agar semua pesanan kaligrafi di bulan Ramadan dapat selesai tepat waktu.
 
Kepada Medcom.id Ali mengungkapkan, pada bulan suci ini pesanan seni ukir kaligrafi naik hingga 70 persen dari hari-hari biasa. Pesanan tidak hanya datang dari penjuru dalam negeri. Tapi juga datang dari sejumlah negara di belahan bumi ini.
 
“Bisa dikatakan sampai kewalahan. Stok sampai habis belum bisa buat stok lagi, tamu dan pembeli (datang ke bengkel) banyak yang kecele karena tidak ada stok yang bisa dibeli,” ujar Ali, seniman dan perajin seni ukir kaligrafi anak seorang nelayan itu, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramadan kali ini Ali harus menyeselesaikan kaligrafi untuk tiga masjid. Dua masjid di Jakarta dan satu masjid di Semarang. Pesanan kaligrafi satuan juga datang dari berbagai kota di Indonesia. Itu seperti dari Malang, Makasar, dan Jakarta.
 
“Dari Malaysia juga ada minggu depan sudah bisa dikirim. Kalau hanya dikerjakan tukang yang sudah ada jelas tidak bisa selesai. Ini dibantu tukang pocokan ada beberapa orang,” kata Ali, warga RT2 RW1 Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara Kota Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
 
Pesanan Ukiran Kaligrafi Meningkat di Bulan Suci
Perajin seni ukir kaligrafi, Ali Ahmad, warga Jepara, Jawa Tengah, mengamati proses pembuatan ukir kaligrafi.
 
Banyaknya pesanan dari dalam negeri membuat Ali terpaksa menolak pesanan kaligrafi dan relief dari Arab Saudi. Ali menjanjikan baru bisa mengerjakan relief Masjid Nabawi dan Kakbah untuk hiasan rumah usai Lebaran.
 
Kaligrafi yang banyak dicari dan dipesan adalah kaligrafi surah-surah pendek dalam Al Quran. Itu seperti Surah Yasin, Al Fatihah, Al Ikhlas, dan An Nas. Juga kaligrafi berlafaz Allah dan Muhammad.
 
Ali membandrol seni ukir kaligrafi karyanya mulai ratusan ribu hingga puluhan juta. Sepasang seni ukir kaligrafi berukuran 50 sentimeter persegi berlafaz Allah dan Muhammad dibandrol Rp600 ribu. Sementara seni ukir kaligrafi surah Yasin berukuran 2x3 meter, Ali membandrol hingga Rp35 juta.
 
“Kalau harga tergantung tingkat kerumitan dan waktu pembuatan,” pungkas Ali, alumni IAIN Sunan Kalijaga Jogja tahun 1998.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif