Museum Masjid Agung Demak Simpan Peninggalan Wali Songo
Potongan empat kayu penyangga Masjid Agung Demak, Medcom.id - Rhobi Shani
Demak:Demak, Jawa Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang identik dengan penyebaran agama Islam di masa Wali Songo. Rekam jejak Wali Songo dapat dilihat di Museum Masjid Agung Demak. Satu diantaranya potongan kayu tiang penyangga atau soko guru Masjid Agung Demak.

Museum berlokasi tepat di sisi kiri masjid. Salah satu sudut dalam museum yang kerap didatangi pengunjuk adalah tempat penyimpanan soko guru Masjid Agung.


Medcom.idberkesempatan mengunjungi Museum, Kamis, 24 Mei 2018. Medcom.idbertemu dengan pengurus masjid, Suwagiyo. Salah satu tujuan kedatangan Medcom.id yaitu melihat langsung potongan kayu tiang penyangga atau soko guru.

Lokasi penyimpanan potong kayu berada di tengah ruangan. Empat potongan kayu berada di dalam sebuah kotak kaca.

"Bekas Soko Guru Sunan Kalijogo (Kadilangu - Demak)," demikian tulisan yang dipajang di dalam ruang kaca.

Ukuran tiap potongan kayu beragam, mulai dari 200 hingga 725 centimeter. Diameter tiap potongan kurang lebih 40 centimeter.

Potongan itu merupakan sisa kayu yang digunakan sebagai penyangga bangunan Masjid Agung Demak. "Kayu itu merupakan jati. Tapi belum ada kepastian kayunya berasal dari mana. Diperkirakan, kayu jati asli Demak. Karena di sini kan dulunya hutan. Lalu Raden Patah mendirikan pesantren yang menjadikan cikal bakal Masjid Agung Demak. Hampir semua kayu berjenis jati," ujar Suwagiyo.

Empat potongan itu bernilai tinggi. Dulu, potongan kayu itu merupakan bagian dari penyangga masjid. Empat tiang itu merupakan karya tangan Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga.

Sedianya, tiang penyangga setinggi 17 meter. Tiang diletakkan sesuai empat arah mata angin. Tapi, lantaran lapuk dimakan usia, bagian bawah kayu keropos. Agar tidak merusak bangunan, bagian itu pun dipotong dan disimpan di museum. Kemudian, kayu baru disambungkan dengan bagian penyangga yang kondisinya masih bagus.

Pengurus masjid tetap menganggap potongan kayu itu bernilai tinggi. Sehingga empat potongan kayu disimpan di museum yang berlokasi di sisi barat Alun-Alun Kabupaten Demak itu.

Selain potongan kayu, museum yang berdiri di Jalan Sultan Fatah itu juga menyimpan berbagai koleksi terkait penyebaran agama Islam di Demak. Seperti pintu bledek, atap sirap, kentongan, dan bedug. Semua koleksi berkaitan dengan keberadaan Masjid Agung Demak.






(RRN)