Ziarah Kubur Berjamaah, Merawat Tradisi Menjaga Syiar
Kegiatan ziarah berjamaah di Desa Ketileng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Timur di hari akhir bulan ramadan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Blora:Ratusan warga di Desa Ketileng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berziarah kubur berjamaah pada Kamis, 14 Juni 2018, sore. Ziarah berjamaah yang dimotori Jamaah Manaqib se-Desa Ketileng (Jamasket) ini telah berjalan selama puluhan tahun.

Ziarah yang dilakukan di dua makam desa tersebut, yakni Makam Ketileng dan Makam Patihan, diikuti dari anak-anak hingga orang dewasa. Ada lima dusun di Desa Ketileng, yakni Ketileng, Gendang, Patihan, Genengan, Jembangan.


Ketua Jamasket, Ahmad Harun mengatakan kegiatan ziarah berjamaah dilakukan setiap hari akhir bulan ramadan. Menurut dia, kegiatan rutin saban tahun itu berjalan dengan kesadaran masyarakat.

"Ziarah setiap hari terakhir bulan ramadan ini jadi tradisi warga. Ini sekaligus untuk mendoakan para kerabat dan keluarga yang sudah meninggal," ujarnya saat memberikan sambutan.

Dalam setiap ziarah, mereka selalu mengundang mubaligh untuk memberikan ceramah. Setidaknya, ada dua mubaligh berbeda yang mengisi ceramah dalam ziarah di dua makam itu.

Selain tradisi, ada kegiatan baru yang ditambahkan dalam ziarah kubur berjamaah itu, yakni membaca kitab Alquran hingga tuntas atau khatam. Kegiatan ini dilakukan tujuh remaja setempat yang sudah hafal Alquran.

"Khataman Alquran ini jadi tambahan agenda baru tahun ini. Kami kira ini hal baik untuk menambah doa bagi warga desa kami yang sudah meninggal," ungkapnya.

Kepala Desa Ketileng, Wiyono menambahkan kegiatan ziarah bersama-sama itu bisa menambahkan keakraban dan silaturahmi warga. Ia menilai, hal ini jadi salah satu modal warga untuk menjaga kerukunan.

"Kami mengapresiasi kegiatan rutin yang sudah berjalan bertahun-tahun ini. Kiranya ini baik untuk terus dilakukan, apalagi ditambah dengan khataman kitab suci Alquran," jelasnya.


 



(SUR)