Ramadan di Tiongkok dan Doa Demi Kemajuan Indonesia
Dubes Djauhari Oratmangun (paling kiri) bersama WNI di Tiongkok (Foto: KBRI Beijing).
Beijing:Tidak berada di Tanah Air saat Ramadan sudah biasa dilakukan oleh sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri. Mereka pun tetap mencari cara untuk merasakan Ramadan seperti halnya di Indonesia.
 
Suasana hangat kebersamaan terasa memenuhi kediaman resmi Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun di  Beijing, Tiongkok. Sekitar 150 orang masyarakat Indonesia di Beijing hadir dalam acara buka puasa bersama pada 13 Juni 2018.  Acara di penghujung Ramadan ini merupakan kali kedua buka puasa bersama dilaksanakan di Wisma Duta.
 
Ustadz Ahmad Muhlisin menyampaikan tausiahnya dalam acara tersebut. Ustadz Ahmad mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan dengan sesama umat beragama.


Ustadz Ahmad Muhlisin memberikan Tausiah (Foto: KBRI Beijing).
 
"Indonesia sejatinya terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Oleh karena itu, perbedaan seharusnya bukan menjadi penghambat, namun justru menjadi modal untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia," ujar Ustadz Ahmad dalam Tausiahnya, yang dikutip dari keterangan tertulis KBRI Beijing, yang diterima Medcom.id, Kamis 14 Juni 2018.
 
"Dalam ibadah yang dilakukan, hendaknya seluruh komponen bangsa senantiasa berdoa bagi terwujudnya negara Indonesia yang makmur dan sejahtera," imbuhnya.
 
Pesan-pesan moral dan etika beragama itu disampaikan Ustadz asal Riau tersebut dengan gaya bahasa segar yang menarik perhatian hadirin yang sebagian besar adalah mahasiswa.
 
Sementara Dubes Djauhari mengajak masyarakat Indonesia di Tiongkok untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan persatuan. "Keragaman dan perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia," ucapnya.



(FJR)