medcom.id, Surakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Jawa Tengah, mengubah model layanan penukaran uang pecahan baru menjelang Lebaran. Model layanan terpusat yang berlaku selama ini dinilai kurang memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
“Tahun ini penukaran uang tidak hanya dilayani di Bank Indonesia, tetapi oleh lima bank umum. Yaitu, Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan Bank Jateng,” kata Kepala Pewakilan Bank Indonesia Solo, Ismet Inono, Minggu (28/6/2015).
Ismet mengatakan perubahan model layanan tersebut berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Model yang lama selalu saja menimbulkan antrian panjang, sehingga dinilai kurang nyaman. “Saya mendengar ada yang sudah mengantri sejak selepas sahur, kasihan kan,” katanya.
Ismet mengatakan, untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pihaknya tahun ini menyiapkan uang tunai pecahan baru sebesar Rp2,8 triliun. Jumlah tersebut dinilai mampu mencukupi kebutuhan, tetapi jika masih kurang sewaktu-waktu siap ditambah.
Setiap bank umum yang ditunjuk akan mendapatkan jatah Rp4,7 miliar per hari. Seperti tahun lalu pecahan terbanyak adalah Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000. Agar sebarannya merata, penukaran dibatasi hanya Rp3,9 juta per orang yang terdiri dari berbagai pecahan. “Itu pun harus dengan cara menunjukkan KTP,” kata Ismet.
medcom.id, Surakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Jawa Tengah, mengubah model layanan penukaran uang pecahan baru menjelang Lebaran. Model layanan terpusat yang berlaku selama ini dinilai kurang memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
“Tahun ini penukaran uang tidak hanya dilayani di Bank Indonesia, tetapi oleh lima bank umum. Yaitu, Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan Bank Jateng,” kata Kepala Pewakilan Bank Indonesia Solo, Ismet Inono, Minggu (28/6/2015).
Ismet mengatakan perubahan model layanan tersebut berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Model yang lama selalu saja menimbulkan antrian panjang, sehingga dinilai kurang nyaman. “Saya mendengar ada yang sudah mengantri sejak selepas sahur, kasihan kan,” katanya.
Ismet mengatakan, untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pihaknya tahun ini menyiapkan uang tunai pecahan baru sebesar Rp2,8 triliun. Jumlah tersebut dinilai mampu mencukupi kebutuhan, tetapi jika masih kurang sewaktu-waktu siap ditambah.
Setiap bank umum yang ditunjuk akan mendapatkan jatah Rp4,7 miliar per hari. Seperti tahun lalu pecahan terbanyak adalah Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000. Agar sebarannya merata, penukaran dibatasi hanya Rp3,9 juta per orang yang terdiri dari berbagai pecahan. “Itu pun harus dengan cara menunjukkan KTP,” kata Ismet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)