Tradisi <i>Prepegan</i> Menyambut Lebaran
Pasar Desa Larangan saat Prepegan ramai warga. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)
Brebes:Prepegan diartikan sebagai situasi menjelang atau menyambut Hari Raya Idulfitri. Proses menyambut hari raya tersebut ditandai dengan prepegancilik yakni H-3 sebelum jatuhnya Idulfitri dan prepegan gede H-1. 

"Istilah prepegan berasal dari bahasa Jawa yakni mrepeg yang maknanya mendesak, urgen, mendadak, ketergesaan. Karena itulah prepegan merupakan momen tertentu perayaan hari hari besar agama," kata Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata Brebes, Wijanarto, Kamis, 14 Juni 2018. 


Ciri menarik dari prepegan, kata budayawan ini, melonjaknya kebutuhan dan ramainya pasar. Sirkulasi perputaran uang cukup besar, ceruk ekonomi ditandai dengan melonjaknya produk-produk kebutuhan tertentu yang dibutuhkan hingga harga yang melambung tinggi. 

Tak jarang dalam prepegan manusia menjadi makhluk konsumtif, makhluk pembelanja (homo sumptibus). Antara kebutuhan hidup dan gaya hidup berpadu jadi satu. Dalam konteks yang menarik prepegan menggeser makna ritual spiritual menjadi profantik (duniawi). 

Pasar, iklan, komodifikasi membentuk perilaku manusia dalam memaknai makna Idulfitri pada konteks prepegan. Namun sisi positif arti prepegan membentuk mobilitas ekonomi dan kreativitas ekonomi terasah. Pasar menjadi dinamis.

"Pada pasar tradisional waktu prepegan menjadi ritus belanja yang luar biasa. Bertemunya penjual dan pembeli, banyaknya barang yang dibeli serta datangnya pemudik ke kampung halaman menambah riuh ramainya situasi prepegan," ungkapnya. 

Arus kemacetan di lingkungan pasar saatprepeganmenjadi arena pertemuan sosial yang terjadi setahun sekali. Produk kebutuhan unik menjadi ciriprepegan, seperti penjual selongsong ketupat, penjual baju koko, peci dan nisan makam salah satunya.

Warga Desa Larangan, Kermi Wahyu ditemui saat  belanja di pasar Larangan mengakui hal itu. Tradisi prepegan telah menggerakkan ekonomi daerah.

"Yang tadinya cuma mau lihat lihat dagangan akhirnya belanja. Padahal dari rumah tidak ada niat, " katanya sambil tersenyum. 

Pasar Tradisional Desa Larangan adalah salah satu di antara puluhan pasar di wilayah Kabupaten Brebes yang ramai warga saatprepegan. Tidak sedikit efek prepegan membuat arus lalulintas di sekitarnya menjadi padat, sehingga menimbulkan antrean kendaraan.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id