Eti bersama kedua putra dan putri saat mengikuti pesantren kilat Media Group. Medcom.id/ Kautsar WP
Eti bersama kedua putra dan putri saat mengikuti pesantren kilat Media Group. Medcom.id/ Kautsar WP

Sanlat Media Group Kemas Belajar Islam Menyenangkan

Ramadan media group
Kautsar Widya Prabowo • 26 Mei 2019 22:46
Jakarta: Pesantren kilat (sanlat) Media Group menjadi harapan baru untuk orang tua agar anaknya memahami agama Islam lebih mendalam. Mereka mengingkan sistem pendidikan agama Islam yang tidak kaku dapat terus berkembang.
 
Salah satunya adalah Nadia karyawan Metro TV divisi finance redaksi yang mengaku sangat senang dengan sistem pesantren kilat Media Group. Menurut dia kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mengenalkan agama Islam kepada anaknya.
 
"Mengenalkan Islam itu tidak kaku, ceramahnya menarik, ada game-game kelompok, kalau dibandingkan tahun lalu katanya menarikan ini," ujar Nadia kepada Medcom.id, di Masjid Nursia Daud Paloh, Jakarta Barat, Minggu, 26 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap acara tersebut tidak hanya diselenggarakan sekali dalam bulan ramadan. Namun sesering mungkin untuk mengisi waktu anak yang tengah belajar puasa.
 
"Enaknya jangan cuman sehari, tanggung banget, Minggu depan ada lagi, dengan tema yang beda, pingnya lebih lama," tutur dia.
 
Senda dengan itu, Ade karyawan Metro TV divisi finance redaksi produksi melihat konsep pembelajaran yang diusung dalam pesetren tahun ini lebih menarik. Hal tersebut ia bandingkan ketika tahun lalu.
 
"Tahun lalu hafalan surat dengan menggunakan gaya, sekarang ada kelompok-kelompoknya, bagusan sekarang, banyak permainan," kata Ade.
 
Selain itu, pesantren kilat Media Group tahun ini tidak hanya diperuntukan untuk anak-anak dari karyawan Metro TV belaka. Namun, masyarakat sekitar juga dapat menitipkan buah hatinya dalam pesantren Media Group.
 
Dengan kebijakan tersebut membuat Eti warga Kedoya Pilar yang merespon positif adanya pesantren kilat Media Group. Sistem yang diusung pesantren tersebut, tidak membuat anaknya takut untuk mendalami agama Islam.
 
"Demen ya (anakanya) biasanya dia nangis, Alhamdulillah dia kaga nangis saya khawatir aja pas di rumah, dia nangis, eh dia senang ternyata," ujar Eti.
 
Lebih lanjut, ia juga berharap pesantren kilat tidak hanya digelar dalam sekali sebulan. Namun setiap hari dalam bulan suci ramadan.
 
"Kita pinginya ngadain lagi, kita juga udah les disini seminggu dua kali, kita pinginya anak-anak kita banyak yang ngajarin (agama Islam)," pungkas Eti.
 
Pesantren kilat yang digelar dalam dua hari, Sabtu, 25 Mei 2019 hingga Minggu, 26 Mei 2019 dikuti oleh 100 siswa siswa. Peserta berasal dari siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
Kurang lebih peserta diajarkan ilmu agama Islam selam delapan jam. Namun tidak tampak rasa lelah atau sedih ketika mengikuti rangkaian acara pesantren kilat.
 
Bedasarkan pengamatan Medcom.id, sistem pengajarnya yang diterapkan kepada peserta begitu menyenangkan, meski didominasi dengan permainan yang seru, ajaran ilmu Islam tidak luput untuk dibagikan.

 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif