Jakarta: Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah tegas melarang pergerakan arus balik setelah Hari Raya Idulfitri 2020. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona (covid-19) yang semakin tidak terkontrol.
"MTI sangat memohon pemerintah melarang arus balik dan meminta pemerintah daerah mencegah arus balik untuk mencegah ledakan penularan korona setelah lebaran," ujar Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono, dalam diskusi virtual, Kamis, 21 Mei 2020.
Agus juga meminta agar pemerintah daerah dapat mengawasi pergerakan warganya. Warga setempat harus dipastikan mendapat jaminan sosial agar bersedia untuk tidak kembali merantau.
"Pemerintah daerah harus memikirkan agar mereka tidak balik," tuturnya.
Ketua MTI Jakarta Tory Darmantoro menjelaskan masayarakat kekeh mudik karena tidak dapat lagi menjadikan Ibu Kota sebagai ladang penghasilan. Pemerintah harus menginformasikan sejak dini bahwa Jabodetabek bukan pilihan untuk mencari nafkah bagi perantau.
Baca: Rekor, 4.000 Kendaraan dari Jakarta Nekat Mudik
Jakarta: Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah tegas melarang pergerakan arus balik setelah Hari Raya Idulfitri 2020. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona (covid-19) yang semakin tidak terkontrol.
"MTI sangat memohon pemerintah melarang arus balik dan meminta pemerintah daerah mencegah arus balik untuk mencegah ledakan penularan korona setelah lebaran," ujar Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono, dalam diskusi virtual, Kamis, 21 Mei 2020.
Agus juga meminta agar pemerintah daerah dapat mengawasi pergerakan warganya. Warga setempat harus dipastikan mendapat jaminan sosial agar bersedia untuk tidak kembali merantau.
"Pemerintah daerah harus memikirkan agar mereka tidak balik," tuturnya.
Ketua MTI Jakarta Tory Darmantoro menjelaskan masayarakat kekeh mudik karena tidak dapat lagi menjadikan Ibu Kota sebagai ladang penghasilan. Pemerintah harus menginformasikan sejak dini bahwa Jabodetabek bukan pilihan untuk mencari nafkah bagi perantau.
Baca:
Rekor, 4.000 Kendaraan dari Jakarta Nekat Mudik Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)