Jakarta: Momentum 10 hari terakhir saat bulan Ramadan selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Banyak dari mereka yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan kesempatan menemui malam Lailatul Qadar.
Meski tak ada yang tahu kapan pasti waktu kedatangannya, namun berdasarkan hadits, Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan, tepatnya pada malam-malam ganjil.
"Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan--atau lupa--maka carilah ia di 10 malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil." (Muttafaq alaih).
Ada juga sejumlah hadits yang menyebut bahwa tanda-tanda malam Lailatul Qadar terlihat dari malam yang cerah dan pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terlalu menyengat.
Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan. (HR. Ath Thoyalisi dengan sanad yang baik menurut Haitsami).
Baca juga: Raih Lailatul Qadar, Ini Jadwal Malam Ganjil pada 10 Hari Terakhir Ramadan 2024
Tanda Malam Lailatul Qadar
Berdasarkan hadis-hadis di atas, tanda lailatul qadar ada lima.
Langit pada malam lailatul qadar relatif cerah dan tenang.
Hawa malam lailatul qadar sejuk atau tidak panas dan tidak terlalu dingin.
Malam lailatul qadar tidak ada penampakan meteor.
Terkadang malam lailatul qadar turun hujan.
Pagi harinya cahaya matahari relatif tidak menyilaukan.
Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Ciri orang mendapat lailatul qadar dapat dilihat dari amal setelah Ramadan. Orang yang memperoleh lailatul qadar akan ada perubahan ke arah positif.
Ustadz Abdul Somad menyatakan orang yang memperoleh lailatul qadar akan mengalami perubahan dari awalnya pemarah menjadi peramah, pelit menjadi dermawan, melakukan ibadah lebih baik lagi, serta lebih peka terhadap penderitaan sesama dan ringan tangan untuk menolong sesama.
Baca juga: Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan: Pembebasan dari Api Neraka
Secara singkat, bisa ditarik kesimpulan bahwa pertanda orang yang mendapatkan malam lailatul qadar adalah kebaikannya terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan, serta hati dan perilakunya penuh dengan kedamaian.
Jakarta: Momentum 10 hari terakhir saat bulan
Ramadan selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Banyak dari mereka yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan kesempatan menemui
malam Lailatul Qadar.
Meski tak ada yang tahu kapan pasti waktu kedatangannya, namun berdasarkan hadits, Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan, tepatnya pada malam-malam ganjil.
"Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan--atau lupa--maka carilah ia di 10 malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil." (Muttafaq alaih).
Ada juga sejumlah hadits yang menyebut bahwa tanda-tanda malam Lailatul Qadar terlihat dari malam yang cerah dan pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terlalu menyengat.
Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan. (HR. Ath Thoyalisi dengan sanad yang baik menurut Haitsami).
Tanda Malam Lailatul Qadar
Berdasarkan hadis-hadis di atas, tanda lailatul qadar ada lima.
- Langit pada malam lailatul qadar relatif cerah dan tenang.
- Hawa malam lailatul qadar sejuk atau tidak panas dan tidak terlalu dingin.
- Malam lailatul qadar tidak ada penampakan meteor.
- Terkadang malam lailatul qadar turun hujan.
- Pagi harinya cahaya matahari relatif tidak menyilaukan.
Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Ciri orang mendapat lailatul qadar dapat dilihat dari amal setelah Ramadan. Orang yang memperoleh lailatul qadar akan ada perubahan ke arah positif.
Ustadz Abdul Somad menyatakan orang yang memperoleh lailatul qadar akan mengalami perubahan dari awalnya pemarah menjadi peramah, pelit menjadi dermawan, melakukan ibadah lebih baik lagi, serta lebih peka terhadap penderitaan sesama dan ringan tangan untuk menolong sesama.
Secara singkat, bisa ditarik kesimpulan bahwa pertanda orang yang mendapatkan malam lailatul qadar adalah kebaikannya terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan, serta hati dan perilakunya penuh dengan kedamaian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)