Arus Mudik dan Redistribusi Uang di Daerah
Sejumlah pemudik turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Moch Asim)
Jakarta: Founder Kahmipreneur Kamrussamad mengaku tak bisa memungkiri tradisi mudik membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Betapa tidak, ada redistribusi uang dari kota ke daerah-daerah yang menjadi tujuan pemudik.

Berdasarkan prediksi data mudik tahun lalu, kata dia, jumlah pemudik secara keseluruhan mencapai 30 juta-33 juta orang dengan tujuan berbagai wilayah. Jika dirata-rata pemudik membelanjakan dana Rp3 juta, asumsi perputaran uang dari musim mudik hampir Rp99 triliun.


"Tahun ini dengan infrastruktur yang begitu baik, waktu tempuh ke tujuan, dan 65 persen masyarakat mudik berada di pulau Jawa mereka bisa melakukan transfer pengetahuan sekaligus transfer uang yang cukup besar," kata dia, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 12 Juni 2018.

Menurut Kamrussamad tambahan libur Lebaran yang cukup lama membuat mereka yang sebelumnya berkegiatan di kota dengan berbagai latar belakang dan profesi memberi semangat baru bagi masyarakat di daerah.

Masyarakat di daerah dinilai akan mampu membangun perekonomian secara mandiri dalam berbagai macam sektor. Pemudik yang datang ke daerah secara tidak langsung mendorong masyarakat di daerah lebih produktif dalam mengembangkan perekonomian.

"Inilah efek yang kita harapkan. Selain transfer uang juga ada transfer pengetahuan sehingga masyarakat di daerah bisa lebih produktif," katanya.

Selain mendorong masyarakat di daerah lebih produktif, sektor lain seperti transportasi, pariwisata, sampai dengan kuliner juga mendapatkan dampak positif dari arus mudik.

Ambil contoh terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akan ada dana dari pemudik yang membelanjakan uangnya ke sektor retail di daerah. Dengan kata lain, hal itu bisa menggerakkan UMKM untuk meningkatkan produktivitas.

"Pergerakan UMKM ini berpengaruh pada peningkatan produksi. Misalnya ketika arus balik biasanya orang akan membawa oleh-oleh dari daerah ke kota dan mayoritas itu berasal dari produk lokal, industri-industri lokal rumahan," ungkap dia.





(MEL)