Ilustrasi: sejumlah jemaah akan menjalankan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta. Antara/Fanny Octavianus
Ilustrasi: sejumlah jemaah akan menjalankan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta. Antara/Fanny Octavianus

Skenario Penyelenggaraan Ramadan Bila Covid-19 Masih Mewabah

Ramadan Virus Korona virus corona Ramadan 2020
Siti Yona Hukmana • 28 Maret 2020 20:17
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan skenario penyelenggaraan Ramadan 2020 jika virus korona (covid-19) belum reda. 1 Ramadan 1441 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 24 April 2020.
 
Selama bulan Ramadan, umat Islam tetap harus berpuasa di tengah pandemi covid-19. Kecuali, orang yang sedang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Mereka yang tidak puasa bisa menggantinya sesuai tuntuan syariat, yakni di luar bulan Ramadan.
 
Penjelasan Mahfud ini mengacu pada surat edaran (SE) yang dikeluarkan Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah, Kamis, 28 Maret 2020. SE tersebut Nomor: 02/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SE tersebut juga mengatur soal pelaksanaan salat Tarawih saat pandemi covid-19 masih berlangsung. Takmir masjid tidak perlu mengadakan salat Tarawih berjemaah di masjid, dan musala. Termasuk kegiatan Ramadan yang lain seperti ceramah, tadarus berjemaah, iktikaf, dan kegiatan berjemaah lainnya.
 
Skenario Penyelenggaraan Ramadan Bila Covid-19 Masih Mewabah
Skenario pelaksanaan Ramadan 2020 bila covid-19 masih berlangsung
 
Baca: Pemerintah Diminta Siapkan Protokol Penanganan Lonjakan Kasus Korona
 
Di samping itu, salat Idulfitri ialah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang sangat penting. Salat Idulfitri dan seluruh rangkaiannya, seperti mudik, pawai takbir, halalbihalal tidak perlu diselenggarakan, apabila penyebaran covid-19 belum reda pada awal Syawal 1441 Hijiriah.
 
Apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang covid-19 sudah reda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, salat Idulfitri bisa dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.
 
Skenario Penyelenggaraan Ramadan Bila Covid-19 Masih Mewabah
 
Jumlah pasien positif korona di Indonesia terus melonjak. Ada penambahan 109 kasus menjadi 1.155 orang dinyatakan positif korona per Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 12.00 WIB.
 
Pasien yang sembuh dan sudah diperbolehkan pulang bertambah 13 kasus. Total sudah ada 59 pasien yang sembuh dari covid-19.
 
Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal bertambah 15 kasus menjadi 102 orang.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif