Pembatasan Angkutan Barang Mulai H-7 Lebaran
Ilustrasi-- Sejumlah truk angkutan barang melintas di jalur mudik. (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan)
Jakarta: Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dan strategi menghadapi musim mudik Lebaran 2018 yang tinggal menghitung hari. 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembatasan kendaraan barang yang dinilai dapat menjadi faktor penyumbang kemacetan di jalur utama mudik.


"Pembatasan kendaraan barang akan sangat menentukan bagaimana nanti perilaku masyarakat yang mudik saat di jalan tol. Khususnya di jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Merak," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 5 Juni 2018.

Jika sebelumnya puncak arus mudik diprediksi dua dan satu hari jelang lebaran, kali ini Budi menemukan fakta bahwa potensi puncak mudik khususnya angkutan barang berlangsung mulai H-7 Lebaran.

Berdasarkan survei Litbang Kementerian Perhubungan ada indikasi arus mudik mulai ramai sejak tanggal 8, 9, dan 10 Juni. Khusus pada tanggal ini pengaturan lalu lintas tidak akan merujuk pada aturan Kementerian Perhubungan melainkan atas diskresi kepolisian.

"Selain surat imbauan ke pengemudi dan operator angkutan barang sumbu 3 ke atas, mulai tanggal 8, 9, dan 10 Juni diharapkan angkutan barang tidak melintas di Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta Merak," ungkap dia.

Tak hanya pembatasan angkutan barang, skema pengendalian lalu lintas juga akan diterapkan di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Jika tahun sebelumnya pemudik sepeda motor bisa langsung antre untuk naik ke kapal bersama kendaraan lain, kali ini tidak demikian.

Pemudik sepeda motor akan dialihkan melalui terminal terpadu multimoda di sekitar Pelabuhan. Pihaknya juga menyiapkan area khusus ruang tunggu untuk pemudik sepeda motor.

"Sehingga dari awal datang sampai ke kapal pemudik sepeda motor tidak akan kepanasan. Skemanya sudah kami siapkan demikian," katanya.

Terakhir, tambah Budi, pemudik sepeda motor yang pada musim mudik sebelumnya bergerak menuju Merak pada malam hari  untuk menyeberang ke Bakauheni diimbau mulai datang sejak siang hari.

Selain mengantisipasi kepadatan, Budi memastikan di siang hari akan banyak kapal yang bisa menyeberangkan pemudik menuju Bakauheni, Lampung.

"Untuk jalur Brebes, Tegal, berlaku seperti biasa. Ada contra flow, selain itu ada juga larangan becak dan dokar agar tidak melalui jalur biasa," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id