Jakarta: Umat Muslim merayakan Idulftri 1442 Hijriah. Momen itu menjadi refleksi setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga.
“Tapi juga dari hawa nafsu untuk menguasai, dari amarah, dan membanggakan diri sendiri sambil merendahkan bahkan menyingkirkan orang lain,” kata Ketua Dewan Pengurus Public Virtue Usman Hamid yang bertindak sebagai khatib dalam Salat Idulfitri (Id) berjemaah virtual, Kamis, 13 Mei 2021.
Usman menyebut hawa nafsu tidak hanya muncul dari sifat negatif. Hal itu bisa lahir dari sesuatu yang dirasa positif seperti klaim cinta Tanah Air, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan.
Baca: Salat Id di Masjid Raya Hasyim Asy’ari Jakbar Berjalan dengan Prokes Ketat
Menurut Usman, tiga hal tersebut berbeda dan harus dimaknai dengan utuh. Tanah Air merupakan negeri tempat kita dilahirkan, dibesarkan, dan menerima manfaatnya dari hasil ternak, tumbuh-tumbuhan, udara, dan air.
“Serta hal istimewa lainnya yang berpotensial membuat orang rela mengorbankan jiwa untuk meningkatkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” papar dia.
Nasionalisme, kata Usman, merupakan kecintaan pada negara. Bahkan, rela sakit dan mati demi kemakmuran rakyat.
Jakarta: Umat Muslim merayakan
Idulftri 1442 Hijriah. Momen itu menjadi refleksi setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga.
“Tapi juga dari hawa nafsu untuk menguasai, dari amarah, dan membanggakan diri sendiri sambil merendahkan bahkan menyingkirkan orang lain,” kata Ketua Dewan Pengurus Public Virtue Usman Hamid yang bertindak sebagai khatib dalam Salat Idulfitri (Id) berjemaah virtual, Kamis, 13 Mei 2021.
Usman menyebut hawa nafsu tidak hanya muncul dari sifat negatif. Hal itu bisa lahir dari sesuatu yang dirasa positif seperti klaim cinta Tanah Air, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan.
Baca:
Salat Id di Masjid Raya Hasyim Asy’ari Jakbar Berjalan dengan Prokes Ketat
Menurut Usman, tiga hal tersebut berbeda dan harus dimaknai dengan utuh. Tanah Air merupakan negeri tempat kita dilahirkan, dibesarkan, dan menerima manfaatnya dari hasil ternak, tumbuh-tumbuhan, udara, dan air.
“Serta hal istimewa lainnya yang berpotensial membuat orang rela mengorbankan jiwa untuk meningkatkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” papar dia.
Nasionalisme, kata Usman, merupakan kecintaan pada negara. Bahkan, rela sakit dan mati demi kemakmuran rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)