Dinsos Perketat Razia Gelandangan selama Ramadan
Petugas Dinas Sosial DKI Jakarta menangkap gelandangan dan pengemis (gepeng) saat razia PMKS di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta:Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Chaidir memperketat razia terhadap gelandangan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Razia dimulai sejak awal Ramadan.

"Awal Ramadan sudah melakukan operasi bersama tiga pilar, dari TNI, kepolisian, Satpol PP, kemudian instansi terkait seperti Dinas Perhubungan yang terkait pengamen di jalan dan segala macam," kata Chaidir kepada Medcom.id, Rabu, 23 Mei 2018.


Chaidir menyatakan razia bakal digencarkan hingga Asian Games, Agustus 2018. Penjagaan juga diperbanyak di titik rawan. 

"Operasi yang rutin setiap bulan kita lakukan. Namun, intensifnya kita tingkatkan lebih giat lagi. Titik rawannya yang tadinya 276 sekarang menjadi 284 radiusnya," imbuh dia.

Selama Ramadan, kata Chaidur, PMKS di wilayah DKI Jakarta berjumlah sekitar 600 hingga 700 jiwa. Angka itu menurun bila dibandingkan Ramadan 2017 yang berjumlah 800 PMKS.

Baca:Dinsos Harap Warga DKI tak Lakukan Sahur On The Road

"Paling tinggi di wilayah Jakarta Timur, kemudian Jakarta Selatan, baru Jakarta Barat. Kecuali Jakarta Utara karena penghujung, paling masuk imbasan dari Jakarta Timur, perbatasan Cakung," papar dia.

Operasi terhadap PMKS tersebut dilakukan selama 24 jam setiap harinya. Di sisi lain, Chaidir mengaku Dinsos juga menerima laporan dari masyarakat.

"Pakai mobil, monitor, kita keliling dan kita menerima laporan juga dari kru di 112. Kalau ada keluhan masyarakat kita langsung jangkau ke lokasi tersebut," tutur dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id