medcom.id, Jakarta: Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin memperkirakan Lebaran atau 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada 25 Juni 2017. Prediksi ini berdasarkan pengamatan terhadap peta visibilitas hilal.
"Kemungkinan besar awal Syawal atau Idulfitri 1438 Hijriah jatuh pada 25 Juni," kata Thomas, dalam program Metro Pagi Primetime di Metro TV, Sabtu 24 Juni 2017.
Berdasarkan peta visibilitas hilal, ketinggian bulan di wilayah Indonesia sebagian besar sudah lebih dari 2 derajat. "Jadi, jika dihitung secara hisab, besok sudah masuk 1 Syawal," ujarnya.
Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.
Thomas meminta masyarakat untuk menunggu hasil rukyat atau melihat secara langsung penampakan bulan.
Petang ini, pemerintah melalui Kementerian Agama akan melaksanakan Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal. Dalam sidang akan dipaparkan perhitungan berdasarkan hisab dan rukyat.
"Kita menunggu keputusan pemerintah, tapi kemungkinan Idulfitri akan bersamaan," kata Thomas.
Peta Visibilitas Hilal Syawal/Thomas Djamaluddin
Ketua MUI bidang Fatwa Huzaemah T. Yanggo juga meminta masyarakat menunggu ketetapan pemerintah. "Mudah-mudahan hasil Sidang Isbat menyatakan Idulfitri berlangsung bersamaan," katanya.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/4KZEwXpk" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
medcom.id, Jakarta: Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin memperkirakan Lebaran atau 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada 25 Juni 2017. Prediksi ini berdasarkan pengamatan terhadap peta visibilitas hilal.
"Kemungkinan besar awal Syawal atau Idulfitri 1438 Hijriah jatuh pada 25 Juni," kata Thomas, dalam program Metro Pagi Primetime di
Metro TV, Sabtu 24 Juni 2017.
Berdasarkan peta visibilitas hilal, ketinggian bulan di wilayah Indonesia sebagian besar sudah lebih dari 2 derajat. "Jadi, jika dihitung secara hisab, besok sudah masuk 1 Syawal," ujarnya.
Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.
Thomas meminta masyarakat untuk menunggu hasil rukyat atau melihat secara langsung penampakan bulan.
Petang ini, pemerintah melalui Kementerian Agama akan melaksanakan Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal. Dalam sidang akan dipaparkan perhitungan berdasarkan hisab dan rukyat.
"Kita menunggu keputusan pemerintah, tapi kemungkinan Idulfitri akan bersamaan," kata Thomas.
Peta Visibilitas Hilal Syawal/Thomas Djamaluddin
Ketua MUI bidang Fatwa Huzaemah T. Yanggo juga meminta masyarakat menunggu ketetapan pemerintah. "Mudah-mudahan hasil Sidang Isbat menyatakan Idulfitri berlangsung bersamaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)