Kapolri Perketat Pengawasan Distribusi Pangan Jelang Lebaran
Pedagang sayur melayani pembei di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Selasa (2/1). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman.
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bahwa pihaknya menjamin keamanan pangan menjelang hari raya Idul Fitri 2018. Untuk menjaga hal tersebut, Polri akan memperketat pengawasan rantai distribusi.

"Supply yang cukup tanpa distribusi yang diawasi dengan baik, nanti akan muncul mafia, kartel, dan sebagainya," Kata Tito dalam program Metro TV, Senin, 11 Juni 2018


Menurut Tito, ada dua poin penting dalam menjaga keamanan pangan jelang lebaran. Pertama supply (persediaan) dan kedua distribusi. 

Untuk mengamankan supply barang diperoleh melalui kordinasi dengan pihak terkait seperi Kementrian Pertanian, kementrian perdagangan dan Bulog. Sementara pengawasan distribusi menjadi peran besar keplisian dibawah satgas pangan.

"Kalau distribusi maka yang kami jaga seluruh wilayah seluruh Polda Polres membentuk satgas tujuannya, begitu monitor saja apa harga yang naik. begitu dapat langsung cek apa saja masalahnya. Kalau supply nya berarti koordinasi, kalau distribusi ada yang main, kalau dia melanggar, tegur," jelas Tito.

Menurut Tito semenjak satgas pangan dibentuk pada Mei, sudah 435 kasus yang ditangani dan selama bulan Ramadan sudah ada 11 kasus dan 12 orang yang ditetapkan tersangka.

Ia juga mengingatkan agar petugas kepolisian tidak bermain-main bisnis pangan. Ia mengancam akan menindak bawahannya yang curang.

"Saya warning kalau ada kenaikan harga pangan masalahnya bukan disupply nya tapi di distribusi, berarti ada yang main, maka saya yang pukul mereka," pungkas Tito.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id