Ilustrasi pejumlah warga muslim memilih beraneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa di lingkungan Wanasari, Denpasar, Kamis (17/5). NTARA FOTO/Nyoman Budhiana.
Ilustrasi pejumlah warga muslim memilih beraneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa di lingkungan Wanasari, Denpasar, Kamis (17/5). NTARA FOTO/Nyoman Budhiana.

BBPOM Yogyakarta Masih Menemukan Boraks Pada Takjil

Ramadan Ramadan 2019
Antara • 15 Mei 2019 14:56
Yogyakarta: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta (BBPOM) masih menemukan kandungan boraks pada takjil saat inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pedagang jajanan berbuka puasa atau kue takjil di beberapa titik di Yogyakarta.
 
"Meski penggunaan bahan berbahaya sudah menurun, tetapi 5 sampai 6 persen makanan takjil masih ada yang mengandung boraks," kata Kepala BBPOM Yogyakarta Rustyawati di Yogyakarta, Rabu, 15Mei 2019.
 
Rustyawati menjelaskan selama sidak takjil yang telah dilakukan sejak awal Ramadan di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, sejumlah makanan yang ditemukan mengandung boraks di antaranya bakso, mie, serta aneka kerupuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara umum dibandingkan beberapa tahun terakhir penggunaan campuran bahan berbahaya menurun, rodhamin B juga belum kami temukan," jelas Rustywati.
 
Untuk memastikan masyarakat terhindar dari makanan takjil dengan kandungan bahan berbahaya, BBPOM Yogyakarta bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggencarkan sidak makanan di Pasar-Pasar Ramadan serta toko modern hingga lebaran.
 
Selain jajanan takjil, BBPOM Yogyakarta juga melakukan pemeriksaan terhadap beragam sarana produksi di pasar tradisional dan pasar modern. Hingga saat ini, menurut dia, sudah ada 73 sarana yang diperiksa. Khusus di pasar tradisional yang ditemukan paling banyak adalah makanan dengan kemasan rusak serta tanpa izin edar.
 
"Kalau di toko modern kami langsung melakukan penarikan dan kami turunkan. Tetapi kalau pedagang kecil kami berikan himbauan dulu secara perlahan-lahan," ungkap Rustywati.
 
Meski pengawasan makanan terus diintensifkan, Rustyawati mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap kritis dan cerdas memilih produk makanan dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan dengan kandungan bahan berbahaya di pasaran.
 
Ia meminta masyarakat melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa) secara mandiri. "Mulai dari label hingga kemasannya rusak atau tidak harus diperiksa, izin edar hingga tanggal kedaluwarsanya juga harus pastikan ada," pungkas Rustywati.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif