Jimly Asshiddiqie khotbah salat Id di Masjid Nursiah Daud Paloh, Jakarta Barat, Minggu 25 Juni 2017. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar
Jimly Asshiddiqie khotbah salat Id di Masjid Nursiah Daud Paloh, Jakarta Barat, Minggu 25 Juni 2017. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar

Pluralisme Adalah Berkah

M Sholahadhin Azhar • 25 Juni 2017 11:32
medcom.id, Jakarta: Pluralisme di Indonesia mesti dimaknai sebagai berkah. Karena hal itu sudah ditakdirkan Sang Pencipta.
 
"Kita ditakdirkan menjadi bangsa majemuk, inilah bangsa yang paling plural," kata Jimly Asshiddiqie saat khotbah salat Id 1438 Hijriah di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu 25 Juni 2017.
 
Allah sangat mungkin menciptakan Indonesia dengan masyarakat yang seragam. Namun, takdir-Nya bukan itu. Jimly meyakini, dengan masyarakat yang majemuk, Tuhan ingin Indonesia menjadi dinamis dan bersatu meski beragam latar belakang.

Jimly mengajak umat muslim berlomba menjadi baik dan saling membaikkan sesama. Dalam Alquran sangat banyak ayat yang menyerukan persatuan sesama masyarakat.
 
"Maka kita hidup dengan keragaman, dan mari kita ambil sari pati dari perintah Allah," katanya.
 
Jika persatuan dipegang teguh, bukan tidak mungkin Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, menggapai kejayaan. Populasi bukan sekadar angka, namun bisa menjadi kekuatan.
 
Sumber daya alam di Indonesia melimpah bisa membuat iri bangsa lain, jangan sampai malah menjadi dasar kehancuran. Dengan persatuan dan kesatuan, kekayaan alam harus bisa dikelola untuk memperkuat bangsa.
 
"Tinggal masalahnya bagaimana kualitas rata-rata penduduk (Indonesia) sama dengan kualitas rata-rata penduduk dunia," sebut Jimly.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan