Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat senantiasa disiplin protokol kesehatan (prokes) terutama selama periode mudik lebaran. Ada empat alasan masyarakat harus ekstra waspada terhadap penularan covid-19.
"Pertama, kegiatan silaturahmi selama Idulfitri melibatkan interaksi dengan kelompok rentan,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 19 April 2022.
Wiku memerinci kelompok rentan tersebut yakni lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta, dan anak-anak. Kelompok tersebut lebih rawan terinfeksi covid-19.
Alasan kedua ialah risiko terpapar covid-19 semakin besar selama mudik. Apalagi, masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
"Terutama yang menggunakan transportasi umum dengan kepadatan yang tinggi," ujar Wiku.
Baca: 144.392 Personel Polri Kawal Mudik Lebaran 2022
Wiku menyebut alasan ketiga, yakni keberadaan orang tanpa gejala (OTG) covid-19. Sehingga upaya pencegahan dengan prokes menjadi harga mati.
"Bukan tidak mungkin kita justru menjadi sumber penularan," tutur dia.
Alasan terakhir ialah kebijakan pemerintah untuk melonggarkan aktivitas masyarakat. Pelonggaran itu berpotensi membuat mobilitas melonjak.
"Mari cegah penularan, jangan sampai terpapar sama sekali dengan disiplin prokes," papar Wiku.
Jakarta: Satuan Tugas (
Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat senantiasa disiplin protokol kesehatan (prokes) terutama selama periode
mudik lebaran. Ada empat alasan masyarakat harus ekstra waspada terhadap penularan covid-19.
"Pertama, kegiatan silaturahmi selama Idulfitri melibatkan interaksi dengan kelompok rentan,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 19 April 2022.
Wiku memerinci kelompok rentan tersebut yakni lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta, dan anak-anak. Kelompok tersebut lebih rawan terinfeksi
covid-19.
Alasan kedua ialah risiko terpapar covid-19 semakin besar selama mudik. Apalagi, masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
"Terutama yang menggunakan transportasi umum dengan kepadatan yang tinggi," ujar Wiku.
Baca:
144.392 Personel Polri Kawal Mudik Lebaran 2022
Wiku menyebut alasan ketiga, yakni keberadaan orang tanpa gejala (OTG) covid-19. Sehingga upaya pencegahan dengan prokes menjadi harga mati.
"Bukan tidak mungkin kita justru menjadi sumber penularan," tutur dia.
Alasan terakhir ialah kebijakan pemerintah untuk melonggarkan aktivitas masyarakat. Pelonggaran itu berpotensi membuat mobilitas melonjak.
"Mari cegah penularan, jangan sampai terpapar sama sekali dengan disiplin prokes," papar Wiku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)