medcom.id, Kendal: Petugas Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (DP3K) Kendal, Jawa Tengah menemukan lima kilogram daging glonggongan di Pasar Weleri. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan lapak dagangan kotor, tidak higienis.
Temuan itu didapati petugas saat menginspeksi Pasar Weleri, Kendal, Kamis (23/6/2016). Petugas menemukan pedagang menyembunyikan daging glonggongan di belakang lapak.
Salah satunya, ditemukan di kios daging milik Edi. Daging basah diletakan di belakang dan dijual dengan harga murah. Petugas yang memeriksanya curiga. Sebab, daging terlihat pucat dengan kadar air cukup tinggi.
"Dari pemeriksaan kasat mata saja sudah terlihat daging tersebut glonggongan," kata Kepala Bidang Peternakan DP3K, Eko Jatmiko.
Menurut pengakuan pedagang, daging glonggongan itu didapat dari daerah Wonodri, Semarang yang merupakan kiriman sapi dari Boyolali. Atas temuan itu, petugas DP3K hanya memberi peringatan tertulis agar pedagang tak mengulangi perbuatannya.
Eko berharap masyarakat tidak tergiur dengan harga daging sapi murah. Harga sapi kualitas bagus di Kendal berkisar Rp110 ribu per kilogram, sedang kualitas nomor dua Rp95 ribu. Dia mengimbau konsumen lebih jeli dan teliti memilih daging.
“Warga harus waspada dan mengenali ciri-ciri daging yang tidak sehat. Daging tidak sehat atau glonggongan lembek, warnanya pucat, dan baunya amis,” jelas Eko.
Dia juga meminta pembeli memperhatikan kebersihan lapak pedagang daging. Sebab, petugas juga menemukan lapak dagangan kotor tidak higienis. Kain yang digunakan untuk meletakkan daging terlihat kotor. Ada pula pedagang yang mencampur jeroan dengan daging.
Petugas DP3K meminta pedagang tidak mencampur daging dengan jeroan dalam satu lapak. “Karena dikhawatirkan, kotoran dari jeroan bisa tercampur ke daging sehingga daging cepat busuk,” kata Eko.
medcom.id, Kendal: Petugas Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (DP3K) Kendal, Jawa Tengah menemukan lima kilogram daging glonggongan di Pasar Weleri. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan lapak dagangan kotor, tidak higienis.
Temuan itu didapati petugas saat menginspeksi Pasar Weleri, Kendal, Kamis (23/6/2016). Petugas menemukan pedagang menyembunyikan daging glonggongan di belakang lapak.
Salah satunya, ditemukan di kios daging milik Edi. Daging basah diletakan di belakang dan dijual dengan harga murah. Petugas yang memeriksanya curiga. Sebab, daging terlihat pucat dengan kadar air cukup tinggi.
"Dari pemeriksaan kasat mata saja sudah terlihat daging tersebut glonggongan," kata Kepala Bidang Peternakan DP3K, Eko Jatmiko.
Menurut pengakuan pedagang, daging glonggongan itu didapat dari daerah Wonodri, Semarang yang merupakan kiriman sapi dari Boyolali. Atas temuan itu, petugas DP3K hanya memberi peringatan tertulis agar pedagang tak mengulangi perbuatannya.
Eko berharap masyarakat tidak tergiur dengan harga daging sapi murah. Harga sapi kualitas bagus di Kendal berkisar Rp110 ribu per kilogram, sedang kualitas nomor dua Rp95 ribu. Dia mengimbau konsumen lebih jeli dan teliti memilih daging.
“Warga harus waspada dan mengenali ciri-ciri daging yang tidak sehat. Daging tidak sehat atau glonggongan lembek, warnanya pucat, dan baunya amis,” jelas Eko.
Dia juga meminta pembeli memperhatikan kebersihan lapak pedagang daging. Sebab, petugas juga menemukan lapak dagangan kotor tidak higienis. Kain yang digunakan untuk meletakkan daging terlihat kotor. Ada pula pedagang yang mencampur jeroan dengan daging.
Petugas DP3K meminta pedagang tidak mencampur daging dengan jeroan dalam satu lapak. “Karena dikhawatirkan, kotoran dari jeroan bisa tercampur ke daging sehingga daging cepat busuk,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)