Sambut Ramadan, Masyarakat Aceh Selatan Rayakan Hari Makan-Makan

Muhammad Al Hasan 17 Mei 2018 08:10 WIB
Ramadan 2018
Sambut Ramadan, Masyarakat Aceh Selatan Rayakan Hari Makan-Makan
Warga memadati pasar untuk berbelanja kebutuhan perayaan Meugang Akbar Ramadan 1439 Hijriah di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh, Rabu (16/5). (Foto: Antara/Rahmad).
Aceh: Menyambut Ramadan 1439 Hijirah, hampir semua objek wisata di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh dipadati pengunjung. Masyarakat Aceh melakukan munggahan sambil berlibur dengan merayakan "hari makan-makan".

Di objek wisata Gampong (desa) Krueng Bate dan Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja misalnya. Tak hanya warga Aceh yang berdatangan, pengunjung luar daerah pun turut mengunjungi Aceh Selatan bersama anggota keluarga mereka.


Banyak dari mereka mengendarai roda empat dan roda dua. Mereka tumpah ruah ke lokasi objek wisata pantai yang memiliki pemandangan alam pesisir laut mempesona dan eksotik tersebut.

Membludaknya antusiasme masyarakat membuat kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalan negara lintasan Tapaktuan-Medan (Sumut), tepatnya mulai Gampong Krueng Bate sampai Gampong Ladang Tuha, Terbangan Kecamatan Pasie Raja. Kendaraan terpaksa bergerak pelan mengikuti arahan petugas polisi dari Polres Aceh Selatan .

"Banyak pengunjung yang hendak menuju ke objek wisata tersebut terpaksa balik arah kembali lagi ke rumahnya masing-masing atau menuju ke lokasi objek wisata yang lain. Sebab warga harus membutuhkan waktu selama beberapa jam untuk keluar dari kemacetan kendaraan padat merayap," kata M Syukur, salah seorang warga yang baru keluar dari terjebak macet di lokasi itu sebagaimana dilansir Antara pada Rabu, 16 Mei 2018.

Ia memperkirakan, arus lalu lintas baru normal kembali pada malam hari. Sebab arus lalu lintas pada sore hingga menjelang magrib diperkirakan akan bertambah macet karena pengunjung yang menikmati “hari makan-makan” di objek wisata tersebut.

Acara itu lebih dikenal dengan "makan-makan", bagian dari hari "meugang" dalam menyambut bulan suci Ramadan. Perayaan itu sudah menjadi tradisi di Aceh.

Pada satu hari sebelum berlangsungnya hari makan-makan, terlebih dulu berlangsung hari "meugang" yakni tradisi pemotongan hewan ternak besar. Biasanya, masyarakat menyembelih kerbau atau sapi secara massal, kemudian dimasak secara khusus untuk disantap bersama dengan anggota keluarga pada hari makan-makan tersebut.

Hidangan yang disajikan bukan hanya daging, tapi disertakan ketupat dan lemang. Tradisi ini sebagai simbol pemenuhan gizi masyarakat sembari meluangkan waktu untuk refreshing sebelum melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Nantinya, menjelang hari raya Idulfitri, masyarakat kembali melaksanakan hari "meugang" serupa menyambut hari "kemenangan" bagi umat muslim setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Tidak hanya objek wisata di Kecamatan Pasie Raja yang ramai, masyarakat Aceh Selatan juga memadati sejumlah objek wisata lainnya seperti pantai Sawang Bunga, Kecamatan Labuhanhaji Timur, sungai Krueng Baru, Kecamatan Labuhanhaji Barat; Pantai Batu Putih, Gampong Lhok Aman Kecamatan Meukek. Tak juga ketinggalan ramai warga Aceh ke objek wisata air terjun tingkat tujuh Gampong Batu Itam, kolam aroya Gampong Lhok Bengkuang Timur, Lubuk Seumerah Gampong Jambo Apa dan kolam pemandian air dingin Gampong Penjupian Kecamatan Tapaktuan.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id