Petugas mengecek ketinggian Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan trotoar lajur bus di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta, Sabtu (11/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Petugas mengecek ketinggian Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan trotoar lajur bus di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta, Sabtu (11/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Menhub Jonan Beri 4 Syarat kepada PO Angkutan Lebaran

Ramadan bus
Wanda Indana • 13 Juni 2016 20:26
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perhubungan menargetkan tidak ada kecelakaan atau zero accident dalam penyelenggaran angkutan lebaran 2016. Untuk mendukung program itu, Kemenhub memanggil seluruh perusahaan otobus (PO) seluruh Indonesia beserta pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda).
 
Menhub Ignasius Jonan mengaku kaget mendengar hasil inspeksi keselamatan angkutan umum (ramp check) terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di sembilan terminal di Jabodetabek. Pasalnya, hanya 10 persen bus AKAP yang dinyatakan laik jalan. Jonan pun meminta PO mematuhi aturan.
 
"Saya kaget sekali ketika tahu banyak bus yang tidak laik," kata Jonan dalam acara pengarahan kepada PO di Ruang Nanggala, Gedung Cipta Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jonan menjelaskan, kesuksesan program zero accident dapat ditentukan dengan dua hal. Pertama, PO wajib mengganti perlengkapan sesuai hasil evaluasi ramp check. Kedua, perubahan undang-undang."Pilihannya cuma dua, diperbaiki atau peraturannya diubah, itu saja, gampang," ujar Jonan.
 
Mantan Dirut PT Kereta Api ini menawarkan kedua opsi tersebut kepada forum. Dia meminta peserta forum mengangkat tangan jika menginginkan perubahan peraturan. Semua peserta yang hadir dalam forum itu terdiam. "Berarti pilihan yang dipilih harus diganti ya, sepakat ya" ucapnya.
 
Jonan sadar, PO tidak bakal sanggup melengkapi semua standar kelengkapan yang ditetapkan Kemenhub. Dia hanya meminta empat syarat saja, yakni perlengkapan keamanan bus: speedometer harus menyala, rem tangan harus berfungsi, terdapat kaca depan dan sabuk pengaman untuk pengemudi.
 
"Empat (syarat) ini harus beres ya. Jadi jangan ada alasan lagi ya," pintanya.
 
Jonan menjelaskan, dalam dunia transportasi, pelayanan dan kemanan harus menjadi prioritas utama. Dia bilang, PO tidak perlu takut merugi. Dia juga tak mau ada PO yang tidak melengkapi empat syarat itu dengan alasan tenggat waktu yang mepet.
 
"Percaya saja sama saya. Orang kalau mau maju tidak banyak alasan. Kalau takut rugi, tutup saja PO-nya. Tahun ini kita target keamanannya dulu, tahun depan keamanan dan pelayanan, sambil saya juga akan memperbaiki terminal tipe A," tegas Jonan.
 
Menhub Jonan Beri 4 Syarat kepada PO Angkutan Lebaran
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (tengah) dan Direktur Utama Jasa Raharja Budi Setyarso (kanan) berbincang dengan penumpang Mudik Gratis bersama Jasa Raharja 2015. MI/Arya Manggala.
 
Sementara, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah seminggu menginspeksi keselamatan angkutan umum di sembilan termimal di wilayah Jabodetabek. Ramp check dilakukan dari 6 Juni hingga 24 Juni.
 
Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga mengatakan, hasil ramp check selama seminggu di sembilan terminal se-Jabodetabek tidak memuaskan. Jumlah kelaikan Bus AKAP menjelang mudik lebaran 2016 baru mencapai 10,36 persen atau 82 bus Akap.
 
Elly mengungkapkan, PO sebenarnya sudah memahami prosedur dan prasyaratan agar bus bisa melakukan perjalanan. Hanya saja, PO tidak memandang keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas. Padahal, lanjut Elly, pihaknya melakukan ramp check setiap enam bulan sekali.
 
"PO jangan maian kucing-kucingan lah, jangan gambling sama keselamatan. Mereka bilang 'baca bismillah saja, bu', mana bisa seperti itu, Tuhan juga tidak rida kalau kamu (PO) melanggar aturan, enak saja," ketus Elly.
 
Tak hanya di terminal, rencananya kegiatan ramp check juga akan dilakukan di pul-pul bus. Upaya itu dilakukan untuk menjamin semua bus dari Jabodetabek yang melakukan perjalanan lebaran sudah lulus uji kelaikan.
 
Elly optimistis PO mampu melengkapi semua persyaratan ramp check yang ditetapkan BPTJ. Dia bilang, keselamatan penumpang harus diutamakan.
 
"Target kita zero accident ya, tapi tidak mungkin 100 persen, tapi dua minggu waktu yang diberikan bisa maksimal. Sebenarnya tidak hanya menjelang lebaran saja, harus setiap waktu," ujar dia. ‎
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif