Tradisi Mudik Berkontribusi terhadap Perekonomian Daerah
Ilustrasi. Ratusan pemudik menaiki kereta api Mutiara Selatan tujuan akhir Surabaya di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Raisan Al farisi)
Jakarta: Tradisi mudik menjelang perayaan lebaran hampir dapat dipastikan selalu dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain memanfaatkan momen untuk berkumpul bersama keluarga, nyatanya mudik juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Kota Solo, Jawa Tengah, misalnya, meski pun wilayah ini tak dilintasi langsung oleh Tol Trans Jawa pengaruh arus mudik terhadap perekonomian daerah tetap terasa.


"Arus mudik cukup besar memberikan kontribusi perekonomian di Kota Solo sehingga Pemkot Solo tentu juga mempersiapkan diri untuk menghadapinya," ujar Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 12 Juni 2018.

Rudy mengungkap untuk mendorong perputaran uang di Kota Solo agar lebih optimal pihaknya melakukan berbagai upaya. Salah satunya menstabilkan harga pangan dan industri kuliner yang menjadi kebanggan Kota Solo.

Tak cuma kuliner, Pemkot Solo juga menyediakan hiburan khas daerah seperti pagelaran opera Ramayana secara gratis untuk menarik minat masyarakat secara lebih luas. 

"Kita rasakan beberapa tahun ini kontribusinya memang semakin baik. Meskipun Solo tidak dilintasi Tol Trans Jawa, tapi karena kotanya dinilai aman dan nyaman sehingga banyak yang mampir ke Solo," ungkapnya. 

Dia menambahkan perputaran ekonomi di Kota Solo juga tak lepas dari peran pemerintah yang terus mengintensifkan pembangunan infrastruktur. Faktanya, keberadaan infrastruktur memberi pengaruh luar biasa terhadap perkembangan sektor pariwisata, perhotelan, bahkan UMKM.

"Jadi di Solo ini termasuk wilayah yang mendapatkan limpahan berkah dari mudik setiap tahunnya," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id