medcom.id, Jakarta: Momentum Ramadan biasa digunakan para pejabat untuk berbagi dengan sesama, salah satunya dengan anak yatim. Kebiasaan ini diharap terus dipertahanan walau nantinya Bulan Suci Ramadan telah usai.
"Lebih bagus menyantuni anak yatim, kaum dhuafa, orang yang kurang beruntung, harus diutamakan," kata Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk kepada Metrotvnews.com, Kamis (25/6/2015).
Menurut dia, Ramadan memang salah satu bulan yang ditunggu-tunggu. Pada saat ini, keinginan masyarakat untuk berbagi dan bersilaturahmi sedang tinggi-tingginya. Hal ini juga terlihat saat Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri buka bersama anak yatim di Istana Negara Kamis, 18 Juni lalu.
Kesempatan ini pula, kata dia, dipakai seseorang untuk kembali menjalin hubungan dengan beberapa kerabat yang mulai jauh. Untuk itu, dia berharap, acara semacam ini tak hilang ketika Ramadan usai nanti.
"Memang sudah tradisi, buka puasa bersama, silaturahmi memang dianjurkan kepada siapapun dan dapat pahala. Momen ini dipakai para tokoh untuk berkumpul, masuk akal. Untuk memperkuat hubungan semua lapisan umat," tekan dia.
medcom.id, Jakarta: Momentum Ramadan biasa digunakan para pejabat untuk berbagi dengan sesama, salah satunya dengan anak yatim. Kebiasaan ini diharap terus dipertahanan walau nantinya Bulan Suci Ramadan telah usai.
"Lebih bagus menyantuni anak yatim, kaum dhuafa, orang yang kurang beruntung, harus diutamakan," kata Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk kepada
Metrotvnews.com, Kamis (25/6/2015).
Menurut dia, Ramadan memang salah satu bulan yang ditunggu-tunggu. Pada saat ini, keinginan masyarakat untuk berbagi dan bersilaturahmi sedang tinggi-tingginya. Hal ini juga terlihat saat Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri buka bersama anak yatim di Istana Negara Kamis, 18 Juni lalu.
Kesempatan ini pula, kata dia, dipakai seseorang untuk kembali menjalin hubungan dengan beberapa kerabat yang mulai jauh. Untuk itu, dia berharap, acara semacam ini tak hilang ketika Ramadan usai nanti.
"Memang sudah tradisi, buka puasa bersama, silaturahmi memang dianjurkan kepada siapapun dan dapat pahala. Momen ini dipakai para tokoh untuk berkumpul, masuk akal. Untuk memperkuat hubungan semua lapisan umat," tekan dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)