medcom.id, Jepara: Sepekan jelang lebaran, harga daging di sejumlah pasar di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih jauh dari harapan pemerintah. Harga daging sapi masih tetap Rp100 ribu per kilogram sejak awal Ramadan. Sementara, harga daging kerbau malah lebih mahal, yaitu Rp114 ribu per kilogram.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyampaikan, meski harga daging masih jauh dari harapan pemerintah, yaitu Rp80 ribu per kilogram, pihaknya memastikan stok ketersedian daging masih cukup hingga Lebaran.
“Pemerintah memang sudah menambah pasokan daging dari luar negeri, operasi pasar murah juga sudah dilakukan, tapi kenyataannya di Jepara harga daging memang masih tinggi,” ujar Marzuqi, Selasa (28/6/2016).
Marzuqi menambahkan, hasil pantauan harga daging di pasar-pasar tradisional, harga daging ayam ras turun Rp1.000 per kilogram. Sementara, harga daging ayam kampung masih tetap, Rp75 ribu per kilogram.
“Demikian pula dengan harga Kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) pada dasarnya relatif sama, tidak ada kenaikan signifikan serta keadaannya cukup tersedia hingga lebaran,” urai Marzuqi.
Pemantauan langsung ke pasar-pasar selama tiga hari terakhir, Marzuqi melanjutkan, pihaknya tak menemukan makanan yang dicurigai kadaluwarsa maupun berformalin dan boraks. Meski tak menemukan makanan berbahaya dan kedaluwarsa, pihaknya berharap masyarakat tetap diminta teliti memilih barang-barang kebutuhan, utamanya makanan.
“Sempat ditemukan daging sapi yang warnanya pucat, tapi setelah diteliti itu karena disimpan di lemari es, bukan daging gelonggongan maupun busuk,” kata Marzuqi.
Pantauan harga-harga Kepokmas ini akan terus dilakukan Pemkab Jepara hingga tiga hari menjelang Lebaran. Itu mengingat menjelang hari raya biasanya ada oknum pedagang nakal yang sengaja menjual barang-barang atau makanan kedaluwarsa demi keuntungan pribadi.
medcom.id, Jepara: Sepekan jelang lebaran, harga daging di sejumlah pasar di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih jauh dari harapan pemerintah. Harga daging sapi masih tetap Rp100 ribu per kilogram sejak awal Ramadan. Sementara, harga daging kerbau malah lebih mahal, yaitu Rp114 ribu per kilogram.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyampaikan, meski harga daging masih jauh dari harapan pemerintah, yaitu Rp80 ribu per kilogram, pihaknya memastikan stok ketersedian daging masih cukup hingga Lebaran.
“Pemerintah memang sudah menambah pasokan daging dari luar negeri, operasi pasar murah juga sudah dilakukan, tapi kenyataannya di Jepara harga daging memang masih tinggi,” ujar Marzuqi, Selasa (28/6/2016).
Marzuqi menambahkan, hasil pantauan harga daging di pasar-pasar tradisional, harga daging ayam ras turun Rp1.000 per kilogram. Sementara, harga daging ayam kampung masih tetap, Rp75 ribu per kilogram.
“Demikian pula dengan harga Kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) pada dasarnya relatif sama, tidak ada kenaikan signifikan serta keadaannya cukup tersedia hingga lebaran,” urai Marzuqi.
Pemantauan langsung ke pasar-pasar selama tiga hari terakhir, Marzuqi melanjutkan, pihaknya tak menemukan makanan yang dicurigai kadaluwarsa maupun berformalin dan boraks. Meski tak menemukan makanan berbahaya dan kedaluwarsa, pihaknya berharap masyarakat tetap diminta teliti memilih barang-barang kebutuhan, utamanya makanan.
“Sempat ditemukan daging sapi yang warnanya pucat, tapi setelah diteliti itu karena disimpan di lemari es, bukan daging gelonggongan maupun busuk,” kata Marzuqi.
Pantauan harga-harga Kepokmas ini akan terus dilakukan Pemkab Jepara hingga tiga hari menjelang Lebaran. Itu mengingat menjelang hari raya biasanya ada oknum pedagang nakal yang sengaja menjual barang-barang atau makanan kedaluwarsa demi keuntungan pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)