Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Saleh. Medcom.id/Candra Yuri Nurlam
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Saleh. Medcom.id/Candra Yuri Nurlam

Masyarakat Diajak Menahan Diri Selama Ramadan

Ramadan Ramadan 2019
Candra Yuri Nuralam • 10 Mei 2019 20:33
Jakarta: Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Saleh mengajak umat muslim di Indonesia beranjak polemik Pemilu. Masyarakat diminta kembali fokus beribadah Ramadan ketimbang terus bertengkar masalah pemilu.
 
"Salah satu yang dididik dalam pelaksanaan Ramadan ini adalah kemampuan menahan diri, kemampuan menjaga rasionalitas termasuk juga rasionalitas publik," kata Niam di Masjid Nursiah Daud Paloh, Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Ia menyayangkan masih banyak umat muslim yang masih sulit mengatur emosi dan sikap negatif lainnya ketika berpuasa. Padahal, hal itu bisa menghilangkan pahala berpuasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita puasa tapi ngumpat, menghasut orang, ngomong gosip, fitnah, riba yang nyakiti orang lain atau kelompok lain maka sia-sia puasa kita," ujarnya.
 
Menurut dia, masyarakat harus mempercayakan proses pemilu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara yang sah berdasarkan undang-undang yang berlaku. Tak boleh ada niat atau upaya menghasut dan membuat gaduh situasi kebangsaan.
 
"Jangan keluar dari mulut kita memprovokasi orang lain untuk berbuat yang tidak sesuai dengan ketentuan dan koridor hukum," ungkapnya.
 
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Andi Faisal Bakti, menyebut puasa Ramadan adalah momen bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Dalam konteks ini, ada tujuh makna yang terkandung dalam ibadah di bulan suci ini.
 
“Pertama, untuk berbagi harta, ilmu, hingga power,” kata Andi dalam syukuran dan silaturahmi karyawan, manajemen, dan direksi Metro TV, di Kompleks Metro TV, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Kedua, menurut dia, puasa juga menyangkut masalah kemanusiaan. Dia mencontohkan seseorang harus menepati janjinya. Bahkan, kata dia, janji kecil seperti traktir makan bakso.
 
Dia melanjutkan puasa juga menjadi ladang bagi manusia untuk melatih kesabaran. Puasa Ramadan akan melatih umat untuk sabar dalam menunggu waktu hingga dalam menghadapi tantangan hidup.
 
Keempat, muslim juga wajib mengontrol emosi dalam puasa. Selain itu, ibadah ini juga menjadi kesempatan untuk membuka pintu serta meminta maaf
 
Keenam, bulan Ramadan juga menjadi zona melatih diri agar tidak mengulangi perbuatan buruk yang biasa dilakukan. Terakhir, kesempatan ini juga harus dimanfaatkan untuk beribadah dengan prima.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif