Jakarta: Tak terasa, Ramadan sudah sepekan dilalui. Di momen Ramadan ini biasanya salah satu hal yang selalu menjadi hal favorit adalah mencari dan berburu takjil untuk berbuka puasa.
Selain itu, di bulan penuh berkah ini biasanya selalu ada masyarakat yang berlomba untuk berbuat kebaikan, salah satunya adalah dengan membagikan takjil gratis di jalanan atau di masjid dan musala.
Kebanyakan masyarakat mengartikan takjil adalah makanan atau sajian untuk buka puasa hingga banyak yang menyebut takjil itu sebagai kolak, agar-agar, kurma, dan makanan lainnya untuk berbuka puasa. Padahal sebenarnya, takjil itu bukan makanan.
Lantas, apa itu takjil? Dan apa makna sebenarnya dari takjil ini? Berikut Medcom.id telah merangkum informasinya.
Pengertian dan Makna Takjil Sebenarnya
Takjil merupakan istilah asing yang berasal dari bahasa Arab yaitu kata ‘ajila yang berarti menyegerakan. Istilah Takjil ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan dan lafal. Istilah takjil juga sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Menurut KBBI seperti dilansir dari laman Kemdikbud, takjil artinya mempercepat (dalam berbuka puasa). Oleh karena itu, takjil kemudian mengandung perintah untuk tidak menunda-nunda saat buka puasa, karena dalam islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sebuah anjuran.
Secara etimologis, takjil dalam bahasa Arab berarti umum menyegerakan, tidak terikat dengan puasa. Meski begitu bahasa Indonesia memberikan makna baru pada istilah takjil ini sebagai makanan berbuka puasa, maka tidak ada salahnya apabila istilah takjil diperlakukan sebagai istilah umum, tidak hanya penyegeraan berbuka puasa secara khusus, namun juga penyegeraan segala hal sebagaimana makna asalnya dalam bahasa Arab
Menilik dari arti yang berisi imbauan tersebut, istilah takjil kemudian melebur dengan adanya kudapan yang perlu segera dimakan untuk membatalkan puasa. Seiring perkembangannya, makna takjil kemudian mengalami pergeseran sehingga takjil dianggap sebagai makanan pembuka saat maghrib atau buka puasa tiba.
Jakarta: Tak terasa,
Ramadan sudah sepekan dilalui. Di momen Ramadan ini biasanya salah satu hal yang selalu menjadi hal favorit adalah mencari dan berburu takjil untuk berbuka puasa.
Selain itu, di bulan penuh berkah ini biasanya selalu ada masyarakat yang berlomba untuk berbuat kebaikan, salah satunya adalah dengan membagikan takjil gratis di jalanan atau di masjid dan musala.
Kebanyakan masyarakat mengartikan takjil adalah makanan atau sajian untuk buka puasa hingga banyak yang menyebut takjil itu sebagai kolak, agar-agar, kurma, dan makanan lainnya untuk berbuka
puasa. Padahal sebenarnya, takjil itu bukan makanan.
Lantas, apa itu takjil? Dan apa makna sebenarnya dari takjil ini? Berikut
Medcom.id telah merangkum informasinya.
Pengertian dan Makna Takjil Sebenarnya
Takjil merupakan istilah asing yang berasal dari bahasa Arab yaitu kata ‘ajila yang berarti menyegerakan. Istilah Takjil ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan dan lafal. Istilah takjil juga sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Menurut KBBI seperti dilansir dari laman Kemdikbud, takjil artinya mempercepat (dalam berbuka puasa). Oleh karena itu, takjil kemudian mengandung perintah untuk tidak menunda-nunda saat buka puasa, karena dalam islam, menyegerakan berbuka puasa adalah sebuah anjuran.
Secara etimologis, takjil dalam bahasa Arab berarti umum menyegerakan, tidak terikat dengan puasa. Meski begitu bahasa Indonesia memberikan makna baru pada istilah takjil ini sebagai makanan berbuka puasa, maka tidak ada salahnya apabila istilah takjil diperlakukan sebagai istilah umum, tidak hanya penyegeraan berbuka puasa secara khusus, namun juga penyegeraan segala hal sebagaimana makna asalnya dalam bahasa Arab
Menilik dari arti yang berisi imbauan tersebut, istilah takjil kemudian melebur dengan adanya kudapan yang perlu segera dimakan untuk membatalkan puasa. Seiring perkembangannya, makna takjil kemudian mengalami pergeseran sehingga takjil dianggap sebagai makanan pembuka saat maghrib atau buka puasa tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)