"Pengawasan (unggas) kami intensifkan. Ttidak ada pengurangan intensitas pengawasan selama Ramadan ini," kata Koordinator Unit Respon Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) Dinas Pertanian DIY, Tri Wahana Adiwiyana, melalui sambungan telepon, Rabu (17/6/2015).
Tri memaparkan intensitas pengawasan akan dilakukan selama Ramadan, dari yang biasanya seminggu dua kali, menjadi 3 hingga 4 kali. Menurutnya, kewaspadaan akan penyakit unggas, misalnya flu burung, terus ditingkatkan selama Ramadan hingga Lebaran.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pihaknya tak ingin kejadian adanya penyakit unggas yang menyebabkan kematian kembali terjadi. Sebab, seminggu lalu, kejadian itu terjadi di wilayah Sanden, Bantul, DIY. "Kejadian memang ada tapi tidak komunal, masih bersifat orang per orang," ucapnya.
Jika terjadi kematian massal, artinya akan mengancam pasokan daging yang hampir sebulan lebih akan dibutuhkan. "Ketentuan pengawasan pada kantong-kantong ternak sudah kami tentukan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News (UWA)
