medcom.id, Yogyakarta: Sepanjang Ramadan hingga jelang Lebaran, transaksi di Pegadaian meningkat hingga hampir dua kali lipat. Nilai transaksinya pun menyentuh angka Rp6 miliar per hari.
Lonjakan transaksi ini setidaknya tampak pada Cabang Pegadaian Kentungan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak awal Ramadan hingga Senin (27/6/2016), ada sekitar 150-200 transaksi setiap hari. Total transaksi mencapai Rp5-6 miliar. Padahal pada hari biasa hanya ada sekitar 50-75 nasabah yang menggadaikan barangnya.
"99 persen yang digadaikan adalah emas. Sisanya barang elektronik dan kendaraan bermotor. Emas lebih praktis ditafsirkan nilainya dan tidak turun harganya," tutur Budi.
Selain untuk modal usaha, beberapa pengusaha menggadaikan barangnya sebagai modal membayar tunjangan hari raya karywannya.
Peningkatan nasabah juga dialami pengadaian unit cabang Pakem Sleman. Jumlah nasabahnya meningkat menjadi 40-50 nasabah per hari selama bulan puasa. Padahal di hari normal hanya sekitar 5-15 transaksi per hari.
"Bedanya tahun ini lebih banyak orang yang menggadaikan barangnya. Sementara tahun lalu saat bulan puasa banyak yang menebus barang-barang yang digadaikan," kata Kepala Pengadaian Unit Pakem, Ika Hayuningrum.
Salah seorang nasabah Pengadaian Pakem, Nurhidayanti memilih Pegadaian sebagai sumber pemenuhan pendanaan mendesak. Sebab, ia merasa proses pencairan uang cepat, mudah, dan tidak rumit. Ia juga merasa lebih aman mengadaikan barangnya di pengadaian.
"Bunga pinjamannya juga ringan dan dikenakan tiga bulan sekali, jadi tak ada tanggungan mengangsur tiap bulan," tutur wanita yang menggadaikan kalung serta cincin kawin sebagai modal jualan kue kering lebaran.
medcom.id, Yogyakarta: Sepanjang Ramadan hingga jelang Lebaran, transaksi di Pegadaian meningkat hingga hampir dua kali lipat. Nilai transaksinya pun menyentuh angka Rp6 miliar per hari.
Lonjakan transaksi ini setidaknya tampak pada Cabang Pegadaian Kentungan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak awal Ramadan hingga Senin (27/6/2016), ada sekitar 150-200 transaksi setiap hari. Total transaksi mencapai Rp5-6 miliar. Padahal pada hari biasa hanya ada sekitar 50-75 nasabah yang menggadaikan barangnya.
"99 persen yang digadaikan adalah emas. Sisanya barang elektronik dan kendaraan bermotor. Emas lebih praktis ditafsirkan nilainya dan tidak turun harganya," tutur Budi.
Selain untuk modal usaha, beberapa pengusaha menggadaikan barangnya sebagai modal membayar tunjangan hari raya karywannya.
Peningkatan nasabah juga dialami pengadaian unit cabang Pakem Sleman. Jumlah nasabahnya meningkat menjadi 40-50 nasabah per hari selama bulan puasa. Padahal di hari normal hanya sekitar 5-15 transaksi per hari.
"Bedanya tahun ini lebih banyak orang yang menggadaikan barangnya. Sementara tahun lalu saat bulan puasa banyak yang menebus barang-barang yang digadaikan," kata Kepala Pengadaian Unit Pakem, Ika Hayuningrum.
Salah seorang nasabah Pengadaian Pakem, Nurhidayanti memilih Pegadaian sebagai sumber pemenuhan pendanaan mendesak. Sebab, ia merasa proses pencairan uang cepat, mudah, dan tidak rumit. Ia juga merasa lebih aman mengadaikan barangnya di pengadaian.
"Bunga pinjamannya juga ringan dan dikenakan tiga bulan sekali, jadi tak ada tanggungan mengangsur tiap bulan," tutur wanita yang menggadaikan kalung serta cincin kawin sebagai modal jualan kue kering lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)