medcom.id, Parepare: Sebanyak 300 tenaga kerja Indonesia dari Malaysia pulang kampung menggunakan moda transportasi kapal laut. Hari ini mereka tiba di Pelabuhan Ajattapareng, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Mereka menumpangi Kapal Motor Thalia milik perusahaan swasta.
Para TKI ini umumnya berdomisili di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Mereka masuk Indonesia melalui Pelabuhan Tonan Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebagian besar bekerja di bidang perkebunan kelapa sawit dan sebagian lain berdagang di negeri Jiran.
Irfan, salah seorang TKI, mengaku sudah 20 tahun bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit di Sandakan, Malaysia. Meski demikian, Irfan mengaku setiap tahun menjelang Lebaran pulang ke kampung halamannya di Bulukumba. "Anak dan istri saya berada di Bulukumba," ujarnya.
Kali ini Irfan pulang bersama 14 rekannya sesama pekerja di kebun kelapa sawit. Ia mengaku senang bisa tiba di pelabuhan Parepare setelah dua hari berada di atas kapal.
Dari Sandakan hingga ke Parepare Irfan mengaku mengeluarkan biaya sekitar 500 ringgit Malaysia. Selanjutnya ia akan melanjutkan perjalanan darat selama enam jam dari Parepare ke Bulukumba.
Selain mudik bersama kerabat, para perantau ini umumnya membawa barang bawaan yang banyak. Sebagian di antaranya akan diberikan kepada sanak saudaranya di kampung sebagai hadiah Lebaran.
medcom.id, Parepare: Sebanyak 300 tenaga kerja Indonesia dari Malaysia pulang kampung menggunakan moda transportasi kapal laut. Hari ini mereka tiba di Pelabuhan Ajattapareng, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Mereka menumpangi Kapal Motor Thalia milik perusahaan swasta.
Para TKI ini umumnya berdomisili di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Mereka masuk Indonesia melalui Pelabuhan Tonan Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebagian besar bekerja di bidang perkebunan kelapa sawit dan sebagian lain berdagang di negeri Jiran.
Irfan, salah seorang TKI, mengaku sudah 20 tahun bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit di Sandakan, Malaysia. Meski demikian, Irfan mengaku setiap tahun menjelang Lebaran pulang ke kampung halamannya di Bulukumba. "Anak dan istri saya berada di Bulukumba," ujarnya.
Kali ini Irfan pulang bersama 14 rekannya sesama pekerja di kebun kelapa sawit. Ia mengaku senang bisa tiba di pelabuhan Parepare setelah dua hari berada di atas kapal.
Dari Sandakan hingga ke Parepare Irfan mengaku mengeluarkan biaya sekitar 500 ringgit Malaysia. Selanjutnya ia akan melanjutkan perjalanan darat selama enam jam dari Parepare ke Bulukumba.
Selain mudik bersama kerabat, para perantau ini umumnya membawa barang bawaan yang banyak. Sebagian di antaranya akan diberikan kepada sanak saudaranya di kampung sebagai hadiah Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)