Ilustrasi pemantauan hilal jelang Idulfitri/ANT/Mohammad Ayudha
Ilustrasi pemantauan hilal jelang Idulfitri/ANT/Mohammad Ayudha

PP Pemuda Muhammadiyah Dukung Pelarangan Takbir Keliling

Ramadan Virus Korona pandemi covid-19 Ramadan 2021 Idulfitri 2021
Anggi Tondi Martaon • 07 Mei 2021 10:38
Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah mendukung sejumlah langkah mitigasi penyebaran covid-19 menjelang Lebaran Idulfitri 1422 Hijriah/2021 Masehi. Di antaranya, pelarangan takbir keliling.
 
"Jika takbiran keliling nanti dibiarkan berjalan, maka potensi penyebaran virus korona di Indonesia sangatlah tinggi," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Mei 2021.
 
Takbir keliling rawan penyebaran covid-19 karena menimbulkan keramaian. Di sisi lain, jelas Sunanto, penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan ini juga tak mudah dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengawasan dari aparat juga tak mungkin sebanding dengan kegiatan takbiran di seluruh penjuru Nusantara," ungkap dia.
 
Sebagai gantinya, masyarakat diminta menggelar takbir virtual. Masjid dan musala disarankan menyiarkan langsung malam takbir sehingga bisa diakses masyarakat dari rumah.
 
“Ini tidak mengurangi nilai ibadah kita,” tegas dia.
 
Selain itu, PP Pemuda Muhammadiyah mengapresiasi kebijakan terkait penyelenggaraan salat Idulfitri 2021. Masyarakat diperkenankan menyelenggarakan salat Idulfitri selama berada di wilayah zona hijau dan kuning.

 
Dalam pelaksanaannya, jumlah jemaah salat Idulfitri dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau lapangan. Panitia dianjurkan mengecek suhu tubuh jemaah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
 
Materi khotbah tidak lebih dari 20 menit. Selepas salat Idulfitri, jemaah diminta langsung pulang ke rumah masing-masing dan menghindari berjabat tangan atau bersentuhan fisik.
 
“Ini adalah bentuk mitigasi yang tepat agar diri kita, keluarga, dan lingkungan semua bisa terjaga kesehatannya,” ujar dia.
 
Terakhir, PP Pemuda Muhammadiyah mendukung kebijakan pearangan mudik. Aturan itu sudah berlaku sejak 6 Mei 2021.
 
Sunanto menilai pelarangan mudik sangat strategis menekan penyebaran covid-19. Dia meminta kebijakan ini diterima dengan lapang dada oleh seluruh masyarakat.
 
"Mungkin ini tidak mudah untuk diterima, tapi kami melihat justru ini bagian langkah nyata pemerintah untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat, terutama kaum muslimin," kata dia.
 

(OJE)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif