15 Pengemudi di Terminal Kampung Rambutan Tidak Sehat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengecek kesiapan mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto: Nur Azizah/Medcom.id
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memasang persyaratan tinggi untuk pengemudi bus. Pengemudi tidak boleh dalam keadaan pengaruh alkohol, narkotika, memiliki kadar gula tinggi, dan tidak boleh bertensi darah tinggi.

Pengemudi bus akan dinyatakan tidak sehat, jika melanggar persyaratan itu. Mereka juga tidak boleh membawa pemudik.


"Alhamdulillah pengguna miras dan narkoba sampai saat ini tidak ada. Nol laporannya. Tapi masih banyak yang mengalami tensi tinggi, gula darah tinggi," kata Sandi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu 10 Juni 2018.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 15 pengemudi dinyatakan tidak sehat. Mereka memiliki tensi darah dan kadar gula tinggi.

Baca: Pastikan Mobil Sehat jika Lewat Tol Salatiga-Kartasura

Sopir yang tidak sehat akan digantikan dengan sopir pengganti. Pemprov DKI telah menyiapkan sopir cadangan sebanyak 100 orang. Sopir itu juga akan menjalankan tes kesehatan.

"Jangan sampai kita mengalami kecelakaan karena kondisi kesehatan dari pengemudi, sopir cadangan, dan awak-awak bus lainnya tidak sehat," ungkapnya.

Pemprov DKI memberi kesempatan kepada seluruh pengemudi untuk mengonsumsi obat. Bila dengan itu para pengemudi sehat, mereka diizinkan berangkat.

"Ada yang lolos bersyarat dan dia harus mengonsumsi obat dan istirahat. Kalau bisa sembuh maka boleh jalan. Kalau tidak bisa, ya enggak boleh," pungkasnya.






(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id