Kalla Cerita Pengalaman Berpuasa di Turki
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Ramdani
Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla baru saja berkunjung ke Turki menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 18-20 Mei. Kalla heran konferensi tak berhenti untuk menunaikan salat Maghrib dan Isya.

KTT OKI di Istanbul, Turki, dihadiri pemimpin-pemimpin negara Islam. Pertemuan pertama baru mulai pukul 17.00 waktu setempat.


Kalla berpikir pertemuan akan dihentikan untuk istirahat, salat, dan berbuka puasa. 

"Sampai Maghrib, saya pikir tentu kita ishoma, kalau tidak ada ishoma, orang (akan) protes," kata Kalla saat memberi sambutan dalam acara buka bersama ICMI di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.

Ternyata, rangkaian pertemuan tak seperti yang dibayangkan Kalla. Sebelum adzan Maghrib berkumandang, panitia acara KTT OKI membagikan kurma dan teh panas.

"Saya pikir, ini biasa juga, pidato sampai adzan berhenti, lalu berbuka puasa," kata Kalla.

Tapi perkiraan itu keliru. Acara terus berlanjut hingga selesai. Tak ada jeda untuk menunaikan salat Maghrib hingga taraweh.

Kalla paham, ibadah salat bisa dijamak karena tergolong musafir. Tapi, ia pikir negara seperti Turki lebih mengutamakan ibadah.

"Jadi, saya bersyukur di RI pasti diinterupsi segala macam untuk ishoma," kata Kalla disambut tawa.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id