medcom.id, Surabaya: PT Pertamina (persero) mengambil langkah-langkah persiapan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara pada Ramadan. Kesiapan ini dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan BBM dan LPG untuk masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 1436 H senantiasa terpenuhi dengan lancar dalam jumlah yang tercukupi.
GM Marketing Operation Region V Pertamina Ageng Giriyono menuturkan Pertamina memperkirakan kebutuhan BBM Bersubsidi untuk transportasi darat diprediksi akan mulai mengalami peningkatan pada H-7 s.d H+7 dengan beberapa puncak di saat arus mudik maupun arus balik.
"Sebagai antisipasi lonjakan konsumsi Lebaran 2015, Pertamina akan melakukan peningkatan stok premium sebesar 30 persen dari konsumsi normal bulanan dari konsumsi normal sebesar 13.696 kl per hari atau sekitar 17.786 kl per hari," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Pemerintah juga akan meningkatkan stok bahan bakar solar meskipun akan terjadi penurunan penurunan terkait larangan beroperasi bagi kendaraan berat pada H-4 s.d H+1 Lebaran. Kebutuhan bahan bakar solar tetap disiagakan sesuai kebutuhan normal yaitu sekitar 5.857 kl per hari.
Selain itu Pertamina juga mengantisipasi penambahan stok 20 persen dari normal untuk Pertamax. Pertamina juga mengantisipasi kendala kemacetan dengan menyiapkan SPBU kantong di delapan titik Rawan Macet di Jawa Timur, yaitu di wilayah Probolinggo, Kediri, Jember, Situbondo, Blitar, Bojonegoro, Trenggalek, dan Nganjuk.
"Kepada SPBU-SPBU di jalur strategis di jalur mudik/balik akan diinstruksikan untuk buka selama 24 jam dan SPBU diminta untuk menjaga ketahanan stoknya khususnya H-7 s.d H+7 Lebaran melalui penambahan Delivery Order (DO)," tambahnya. (MTVN/Arif W)
medcom.id, Surabaya: PT Pertamina (persero) mengambil langkah-langkah persiapan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara pada Ramadan. Kesiapan ini dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan BBM dan LPG untuk masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 1436 H senantiasa terpenuhi dengan lancar dalam jumlah yang tercukupi.
GM Marketing Operation Region V Pertamina Ageng Giriyono menuturkan Pertamina memperkirakan kebutuhan BBM Bersubsidi untuk transportasi darat diprediksi akan mulai mengalami peningkatan pada H-7 s.d H+7 dengan beberapa puncak di saat arus mudik maupun arus balik.
"Sebagai antisipasi lonjakan konsumsi Lebaran 2015, Pertamina akan melakukan peningkatan stok premium sebesar 30 persen dari konsumsi normal bulanan dari konsumsi normal sebesar 13.696 kl per hari atau sekitar 17.786 kl per hari," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Pemerintah juga akan meningkatkan stok bahan bakar solar meskipun akan terjadi penurunan penurunan terkait larangan beroperasi bagi kendaraan berat pada H-4 s.d H+1 Lebaran. Kebutuhan bahan bakar solar tetap disiagakan sesuai kebutuhan normal yaitu sekitar 5.857 kl per hari.
Selain itu Pertamina juga mengantisipasi penambahan stok 20 persen dari normal untuk Pertamax. Pertamina juga mengantisipasi kendala kemacetan dengan menyiapkan SPBU kantong di delapan titik Rawan Macet di Jawa Timur, yaitu di wilayah Probolinggo, Kediri, Jember, Situbondo, Blitar, Bojonegoro, Trenggalek, dan Nganjuk.
"Kepada SPBU-SPBU di jalur strategis di jalur mudik/balik akan diinstruksikan untuk buka selama 24 jam dan SPBU diminta untuk menjaga ketahanan stoknya khususnya H-7 s.d H+7 Lebaran melalui penambahan Delivery Order (DO)," tambahnya. (MTVN/Arif W)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)