Pemprov DKI Perketat Pengawasan Diskotek selama Ramadan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan jam operasional diskotek selama Ramadan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengawasan tersebut sesuai dengan Pergub Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

"Aturannya Ramadan pertama dan Idulfitri pertama harus tutup. Dan selama Ramadan tidak boleh jualan alkohol," kata Sandi di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.


Sandi menegaskan pengelola tempat hiburan malam harus menaati aturan tersebut. Jika tidak, tempat usaha harus ditutup.

"Kita akan meningkatkan kepatuhan penyelenggara baik hotel, restoran, dan kafe. Selama sesuai ketentuan tidak perlu khawatir," ungkap dia. 

Sabtu, 26 Mei 2018, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merazia Beer Garden di kawasan Jakarta Selatan. Kepala Satpol PP, Yani Wahyu, mengatakan Beer Garden seharusnya tutup saat Ramadan, namun melanggar. Tutupnya jam operasional lantaran Beer Garden memiliki bar dan menjual minuman keras.

(Baca juga: 9 Tempat Industri Hiburan DKI Langgar Jam Operasional Ramadan)

"Harusnya tutup, itu kan dia restoran dan bar. Barnya itu kan enggak boleh menyediakan minuman keras," kata Yani saat dihubungi, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

Temuan itu berdasarkan laporan dari seorang warga asal Kebayoran, Jakarta Selatan. Yani mengaku sudah memberikan sanksi berupa teguran pada pengelola Beer Garden untuk tutup sementara selama Ramadan.

"Selama Ramadan enggak boleh. Kalau setelah Ramadan dan dia memiliki izin, izin barnya, restorannya, IMB, dan izin minuman beralkoholnya ada, boleh. Kalau enggak ada, ya tetap kita tutup," tegas dia. 

Yani mengaku akan memperketat pengawasan tempat hiburan malam di Ibu Kota. Dia bakal berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administrasi.





(REN)