Strategi Pemerintah Antisipasi Kemacetan di Jalur Mudik
Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa menyaksikan pemetaan jalur fungsional alternatif tol Bawen-Salatiga di Gerbang Tol Salatiga, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Aloysius jarot Nugroho)
Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi mengantisipasi kemacetan yang diprediksi terjadi selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2018. 

Selain berkoordinasi dengan stakeholder pemerintah seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Korlantas Polri juga bekerja sama dengan pihak lain seperti BUMN untuk menyelenggarakan mudik bersama.


Tak cuma pemudik secara pribadi, masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk mudik juga diimbau memanfaatkan angkutan motor gratis menggunakan truk, kereta api, bahkan kapal laut, untuk mereduksi angka kecelakaan di jalan raya selama musim mudik dan arus balik.

"Strategi sudah tersusun bahkan hampir setiap minggu kami rapat dengan stakeholder untuk memperkecil atau mengeliminasi kemacetan. Juga mengajak pemerintah, BUMN, dan masyarakat mudik bareng untuk mengakomodasi pemudik jalur darat," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 22 Mei 2018.

Kemudian, kata Royke, antisipasi lain seperti rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan. Pihaknya sudah mengatur di titik mana saja kendaraan bisa dialihkan ke jalur arteri dan jalur alternatif ketika terjadi kepadatan. 

Bahkan dalam beberapa kali pertemuan pihaknya bersama stakeholder terkait sepakat khusus di jalur Tol Jakarta-Cikampek akan dilakukan pelebaran jalan. Jalur yang saat ini digunakan untuk menunjang pembangunan jalan akan disiapkan paling tidak untuk membuat satu lajur tambahan.

"Secara umum saya melihat jalur non tol atau arteri pantura, pantai selatan, dan tengah sudah siap. Jalan berlubang sudah ditambal dan rambu sudah cukup. Kita terus berbenah sampai target maksimal H-10 lebaran semua infrastruktur harus sudah selesai," kata dia.

Royke mengakui tantangan terbesar dalam menyiapkan jalur mudik tahun ini adalah keberhasilan penanganan mudik dan arus balik pada tahun sebelumnya. Ia bertekad kesiapsiagaan mudik tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Dia mengatakan dengan tersambungnya tol baik operasional maupun fungsional memicu euforia masyarakat untuk mengunakan jalur tol. Pihaknya akan melakukan berbagai cara agar volume pemudik tidak semuanya terkonsentasi di jalan tol.

"Memang akan terjadi kepadatan di jalur arteri Jakarta-Cirebon tapi setelah itu saya yakin akan terurai karena pemudik ada yang ke Jawa Barat, atau terus ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kita juga merangsang pemudik untuk melintasi jalur arteri karena memang saat ini sudah kondusif dan bisa digunakan," jelas dia.





(MEL)