medcom.id, Subang: Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, jalur tengah Subang, Jawa Barat, mulai diperbaiki. Dari total jalan yang rusak mencapai 5 kilometer hanya 2,5 kilometer atau separuh yang akan dituntaskan karena akan digunakan untuk arus mudik.
Jalan utama Subang yang menghubungkan Jakarta-Cirebon via Sadang-Subang-Cikamurang mulai diperbai. Perbaikan berupa perataan jalan dengan menggunakan semen dan pasir batu.
Menurut Benjamin, salah seorang pekerja, perbaikan jalan hanya dilakukan 2,5 kilometer dari jalan sepanjang 5 kilometer yang rusak. Untuk mengejar waktu perbaikan, sistem perbaikan pun tergolong baru, yaitu pencampuran semen dan batu krikil tanpa diaduk terlebiih dahulu.
"Untuk perbaikan saat ini hanya menggunakan sirtu (pasir dan batu) dan semen yang langsung digiling karena bersifat sementara, hanya untuk mengejar waktu agar jalur bisa digunakan untuk arus mudik," kata Benjamin, Senin (24/6/2014).
Akibat perbaikan itu, jalan Subang-Indramayu mengalami kemacetan. Kemacetan terjadi karena hanya satu lajur yang digunakan, sehingga perlu sistem buka tutup.
Jalur tengah merupakan jalur pilihan pemudik untuk menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur jika jalur pantura Subang mengalami kemacetan total. Para penggunaka jalan diminta waspada saat melewati jalur tersebut, selain jalan sempit juga masih kurang rambu dan penerangan.
medcom.id, Subang: Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, jalur tengah Subang, Jawa Barat, mulai diperbaiki. Dari total jalan yang rusak mencapai 5 kilometer hanya 2,5 kilometer atau separuh yang akan dituntaskan karena akan digunakan untuk arus mudik.
Jalan utama Subang yang menghubungkan Jakarta-Cirebon via Sadang-Subang-Cikamurang mulai diperbai. Perbaikan berupa perataan jalan dengan menggunakan semen dan pasir batu.
Menurut Benjamin, salah seorang pekerja, perbaikan jalan hanya dilakukan 2,5 kilometer dari jalan sepanjang 5 kilometer yang rusak. Untuk mengejar waktu perbaikan, sistem perbaikan pun tergolong baru, yaitu pencampuran semen dan batu krikil tanpa diaduk terlebiih dahulu.
"Untuk perbaikan saat ini hanya menggunakan sirtu (pasir dan batu) dan semen yang langsung digiling karena bersifat sementara, hanya untuk mengejar waktu agar jalur bisa digunakan untuk arus mudik," kata Benjamin, Senin (24/6/2014).
Akibat perbaikan itu, jalan Subang-Indramayu mengalami kemacetan. Kemacetan terjadi karena hanya satu lajur yang digunakan, sehingga perlu sistem buka tutup.
Jalur tengah merupakan jalur pilihan pemudik untuk menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur jika jalur pantura Subang mengalami kemacetan total. Para penggunaka jalan diminta waspada saat melewati jalur tersebut, selain jalan sempit juga masih kurang rambu dan penerangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)