Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik pada Idulfitri 1442 Hijriah. Hal ini demi mencegah penyebaran virus korona ke daerah lain.
"Keputusan untuk tidak mudik merupakan cara kita untuk melindungi keluarga di kampung halaman, terutama mereka yang telah lanjut usia, seperti bapak, ibu, kakek, dan nenek," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa, 20 April 2021.
Menurut dia, pada prinsipnya, larangan mudik untuk menekan mobilitas penduduk yang linier dengan peningkatan kasus covid-19. Pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan tujuan mengerem arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkat.
Baca: Pasien Covid-19 di RS Polri Menurun Sejak Program Vaksinasi Dimulai
Masyarakat diharap belajar dari kondisi di 2020. Mudik berpotensi meningkatkan penularan covid-19 yang berakibat fatal.
"Semakin sedikit mobilitas antarwilayah maka upaya pencegahan covid-19 dapat berjalan dengan optimal," tutur Wiku.
Di sisi lain, Wiku mengatakan objek wisata dibuka di masa pandemi covid-19. Namun, prinsip kehati-hatian dan menghindari kepadatan dan kerumunan harus menjadi prioritas.
"Itu harus diterapkan utamanya oleh penyelenggara objek wisata agar membatasi jumlah pengunjung selama masa pandemi dan selalu mengingatkan para pengunjung untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama berada di dalam area objek wisata," kata dia.
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk tidak
mudik pada
Idulfitri 1442 Hijriah. Hal ini demi mencegah penyebaran virus korona ke daerah lain.
"Keputusan untuk tidak mudik merupakan cara kita untuk melindungi keluarga di kampung halaman, terutama mereka yang telah lanjut usia, seperti bapak, ibu, kakek, dan nenek," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa, 20 April 2021.
Menurut dia, pada prinsipnya, larangan mudik untuk menekan mobilitas penduduk yang linier dengan peningkatan kasus covid-19. Pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan tujuan mengerem arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkat.
Baca:
Pasien Covid-19 di RS Polri Menurun Sejak Program Vaksinasi Dimulai
Masyarakat diharap belajar dari kondisi di 2020. Mudik berpotensi meningkatkan penularan covid-19 yang berakibat fatal.
"Semakin sedikit mobilitas antarwilayah maka upaya pencegahan covid-19 dapat berjalan dengan optimal," tutur Wiku.
Di sisi lain, Wiku mengatakan objek wisata dibuka di masa pandemi covid-19. Namun, prinsip kehati-hatian dan menghindari kepadatan dan kerumunan harus menjadi prioritas.
"Itu harus diterapkan utamanya oleh penyelenggara objek wisata agar membatasi jumlah pengunjung selama masa pandemi dan selalu mengingatkan para pengunjung untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama berada di dalam area objek wisata," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)