Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KPK Ingatkan Perusahaan Kesehatan Tak Beri Gratifikasi

Ramadan gratifikasi
Candra Yuri Nuralam • 23 Mei 2020 01:55
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta anggota Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia tidak memberikan gratifikasi kepada pejabat negara. Hal ini menjadi sorotan mengingat adanya potensi pemberian gratifikasi menjelang Idulfitri 1441 Hijriah.
 
“Kami yakin hubungan Gakeslab dengan pemda (pementah daerah) se-Indonesia sangat baik. Kami berharap hal-hal seperti memberikan gratifikasi dapat dihindari. Kami juga ingin sekali mendengar Gakeslab mengeluarkan edaran yang melarang pemberian terkait momen hari raya ini,” kata Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Menurut dia, KPK telah memberikan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pengendalian Gratifikasi Terkait Momen Hari Raya kepada Gakeslab. Gakeslab diharap mematuhi imbauan KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga Antirasuah juga meminta seluruh pejabat negara tak menerima gratifikasi dari Gakeslab jika diberikan. Pengertian gratifikasi harus benar-benar dipahami menjelang Idulfirtri.
 
“Sepanjang pemberian diberikan kepada lembaga, bukan kepada individu, tidak termasuk gratifikasi. Karenanya tidak perlu dilaporkan ke KPK,” jelas Pahala.
 
Gakeslab saat ini menjadi salah satu lembaga yang dipantau KPK. Pasalnya, lembaga itu salah satu mitra pemerintah.
 
“Salah satu alasannya karena pemerintah baru saja mengadakan realokasi anggaran kesehatan untuk seluruh daerah sekitar Rp25 triliun tanpa diikuti petunjuk teknis yang cukup detail sehingga berpotensi risiko,” ujar Pahala.
 
Baca: KPK Pelototi THR dan Parsel Lebaran Penyelenggara Negara
 
Ketua Umum Gakeslab Sugihadi menyambut baik imbauan KPK. Dia menyebut hal itu bisa membuat anggotanya lebih hati-hati dalam bertindak ke depan.
 
“Bagaimana kita berinteraksi dengan pelanggan kita secara bertanggung jawab, transparan dan antara sesama pengusaha bersaing secara adil. Kita harapkan dengan kode etik yang sudah kita miliki ini menjadikan kita pengusaha yang berintegritas dan bertanggung jawab,” kata Sugihadi.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif