Pedagang beduk di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Medcom.id/Christian
Pedagang beduk di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Medcom.id/Christian

Pedagang Beduk: Covid-19 Buat Kami Merugi Besar

Ramadan Virus Korona Ramadan 2020
Christian • 18 Mei 2020 00:33
Jakarta: Pedagang beduk di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan sepinya pembeli di tengah pandemi virus korona (covid-19). Omset penjualan mereka anjlok hingga 80 persen.
 
Yusuf, pedagang beduk di Tanah Abang, mengatakan dagangannya baru terjual dua buah hingga H-7 Idulfitri. Pada Ramadan 2019, dia mengaku bisa menjual hingga 30 beduk pada waktu yang sama.
 
"Covid-19 buat kami merugi besar. Bagaimana kita mau Lebaran, yang laku saja masih dua beduk," kata Yusuf, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusuf menjual beduk dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp250 ribu-Rp1 juta. Hal sama dirasakan Aziz, pedagang beduk lainnya. Aziz mengaku tak bisa menjual banyak beduk pada tahun ini.
 
"Kalau saya baru tujuh yang sudah laku. Tapi untuk bahan drum minyak ya, itu bercampur baik kulit kambing atau sapi," ujar Aziz.
 
Baca: Penjual Beduk Menjamur di Tanah Abang
 
Aziz juga menyediakan beduk berbahan kayu jati. Namun, beduk tersebut hanya disiapkan dua buah pada tahun ini. Dia khawatir beduk tersebut tidak laku di tengah pandemi covid-19.
 
"Dulu tahun 2019 saya pajang lima beduk bahan kayu jati yang dibandrol harga Rp15 juta, laku. Sekarang tidak dulu deh, takut tidak laku. Palingan banyakin bahan drum minyak saja. Semoga saja tidak terlalu sepi-sepi banget tahun ini," tutur dia.
 
Para pedagang beduk menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif