Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Lebih dari 139 Ribu Narapidana Dapat Remisi

Emir Chairullah • 01 Mei 2022 17:36
Jakarta: Pemerintah memberikan remisi kepada 139.232 narapidana pada Idulfitri 1443 Hijriah. Dari total yang mendapat remisi, sebanyak 675 narapidana bisa berlebaran bersama keluarga usai mendapat remisi khusus (RK) II atau langsung bebas.
 
Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Rika Aprianti, remisi yang diperoleh narapidana tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perubahan perilaku yang mereka tunjukkan ketika menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas), rumah tahanan negara (rutan), atau lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).
 
Pemberian remisi juga dimaksudkan untuk mempercepat proses reintegrasi sosial sehingga mereka dapat segera kembali ke tengah masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemberian remisi Idulfitri diharapkan dapat dijadikan sebagai renungan dan motivasi untuk selalu introspeksi diri dan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya dilansir Media Indonesia, Minggu, 1 Mei 2022.
 
Rika menerangkan jumlah penerima RK Idulfitri terbanyak berasal dari wilayah Sumatra Utara sebanyak 16.265 orang, Jawa Timur sebanyak 14.395 orang, dan Jawa Barat sebanyak 14.109 orang. Menurutnya, pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan, melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) yang mengacu pada pelayanan tanpa pungutan liar dan dilakukan secara online melalui SDP dengan akurasi data yang tinggi.
 
"Pemberian remisi kali ini juga menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp72,1 juta dari rata-rata anggaran biaya makan sebesar Rp17 ribu/hari per orang,” jelasnya.
 
Rika menambahkan perpanjangan program asimilasi di rumah bagi narapidana dan anak melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 43 Tahun 2021 juga menjadi respons pemerintah terhadap situasi pandemi covid-19 yang masih ditetapkan sebagai bencana non-alam nasional.
 
“Dengan dikeluarkannya kebijakan ini diharapkan mengurangi penyebaran covid-19 di Lapas/Rutan/LPKA dan sebagai sarana untuk mengurangi overcrowded yang sudah mencapai 106 persen. Kondisi overcrowded berdampak pada kurang optimalnya pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan,” tuturnya.
 
Rika berharap para narapidana yang mendapat RK Idulfitri terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan. Serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di lapas/rutan/LPKA.
 

 

(DEV)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif