MUI: Khotbah Idulfitri Jangan Dipolitisasi
Ketua MUI Ma'ruf Amin. Foto: Antara/Moch Asim.
Jakarta:Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengimbau agar khotbah saat salat Id tak disusupi politik praktis. Khotbah sebaiknya menjadi ajang memanjatkan doa.

"Jangan jadikan khotbah Idulfitri sebagai ajang kampanye politik praktis," kata Ma'ruf di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa 12 Juni 2018.


Menurut dia, kesepakatan tentang pemilihan umum yang damai telah dibuat. Ia berharap hal tersebut dipegang oleh semua pihak, terutama bagi para kiai.

"Jangan kiai ikut manas-manasin. Kiai harus tetap dingin sehingga mendinginkan masyarakat," kata Ma'ruf.

Terselenggaranya pemilihan umum yang aman, kata dia, adalah tanggung jawab semua pihak. Penyelenggara pemilu memang menjadi penanggung jawab utama, tetapi mereka memerlukan dukungan pihak lain. Seluruh elemen termasuk tokoh agama dan masyarakat juga harus terlibat.

Ma'ruf juga mengingatkan momen Idulfitri dekat dengan Pilkada 2018 pada 27 Juni nanti. Semua pihak pun harus menjaga sikap, jangan sampai perbedaan persepsi politik jadi sumber perpecahan.

Baca:Konvoi Saat Takbiran bakal Ditindak

Namun, ia menegaskan pihaknya hanya mengimbau. MUI sama sekali tak memiliki menindak, bahkan menindak ulama yang nakal. 

Ma'ruf meminta masyarakat yang menyaksikan penggiringan dalam khotbah Idulfitri untuk melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau polisi."Yang berhak melakukan pemantauan, penindakan itu Bawaslu dan kepolisian," tandas Ma'ruf.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id