Rest Area Jadi Fokus Kemenhub untuk Urai Kemacetan
Foto aerial kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 38, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) fokus mengantisipasi penumpukan kendaraan di beberapa rest area jalan tol. Pada arus mudik, Kemenhub fokus di rest area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek dan pada arus balik di rest area KM 62 Tol Cikampek-Jakarta.

"Pengalaman tahun lalu ternyata kita perlu mengatur dan serius di rest area. Kita sibuk mengatur di jalannya dan tidak mengatur rest area malah justru itu jadi penyebab kemacetan," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2018, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 11 Juni 2018.


Selain menyiagakan petugas, pihaknya juga akan melakukan rekayasa arus lalu lintas di rest area. Hal tersebut dilakukan agar kepadatan di rest area tidak mengekor hingga ke dalam tol.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengakui arus keluar masuk kendaraan di rest area merupakan biang kemacetan di jalan tol. Perlu penanganan khusus agar kemacetan tidak mengular.

"Tahun ini rest area sudah dilakukan recovery atau penataan dengan baik oleh Jasa Marga dan BPJT termasuk juga operator. Kalau mau masuk rest area sudah ada zonanya," ungkap Budi.

Zona khusus diberlakukan bagi kendaraan yang ingin parkir, ke rumah makan, serta mengisi bensin di rest area tersebut. Kendaraan yang hendak parkir pun dilakukan zonasi, yakni zonasi kendaraan kecil dan besar.

"Kemudian, biasanya di rest area banyak yang berjualan dan membludak. Sekarang sudah tidak boleh. Makanya sekarang pihak pengelola (rest area) tidak berani menerima (penjual) yang baru. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas parkir," jelas Budi.

Di rest area yang berpotensi menimbulkan kepadatan yang mengular panjang juga bakal diterapkan batas lamanya memarkirkan kendaraan. Bagi kendaraan yang lebih dari satu jam memarkirkan kendaraannya, diperingatkan untuk segera berangkat.

"Sekarang masih secara manual, petugas parkir yang ada di situ mengingatkan kendaraan kalau sudah lebih dari satu jam parkir. Saya sedang pikirkan tahun depan kalau bisa menggunakan IT, kalau sudah lewat dari satu jam mungkin didenda," pungkas Budi.



(DEN)