Strategi Jasa Marga Menghadapi Mudik Lebaran 2018
Direktur Operasi I Jasa Marga, Mohammad Sofyan. Foto: Medcom.id/Fachri.
Jakarta: PT Jasa Marga mengeluarkan beberapa rencana umum dan strategi penanganan lalu lintas untuk mudik maupun arus balik Lebaran 2018. Salah satunya menghentikan sementara proyek pembangunan yang sedang berjalan.
 
"Kami meminta untuk menghentikan pekerjaan proyek H-10 sampai dengan H+10 Lebaran untuk meminimalisir gangguan kelancaran lalu lintas pada arus mudik tahun ini," Direktur Operasi I Jasa Marga, Mohammad Sofyan di Kantor Jasa Marga, Jakarta Timur, Rabu, 6 Juni 2018.
 
Strategi lainnya yang dilakukan Jasa Marga adalah pengaturan waktu operasi angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan pada H-3 sampai H-1 Lebaran, hingga H+6 H+8 setelah Idulfitri. Jasa Marga juga akan melakukan percepatan penanganan gangguan kelancaran arus mudik di sejumlah titik.
 
Sofyan mengungkapkan, pihaknya telah menambah beberapa petugas di lapangan. Sebanyak 250 orang petugas tambahan akan ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan, seperti Jakarta-Cikampek.
 
"Penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan, penambahan kendaraan layanan lain," ujar Sofyan.

Baca: Jalur Alternatif Mudik di Tegal Ditutup


Menurut Sofyan, jika terjadi kepadatan yang cukup parah, salah satu opsi optimalisasi kapasitas lajur kendaraan adalah dengan mekanisme contraflow.
 
"Kami juga akan meningkatkan kapasitas lajur dengan contraflow dan distribusi beban lalu lintas kendaraan dengan pengalihan rute di tol atau ke arteri, semua itu akan kami lakukan secara situasional," pungkas Sofyan.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id