medcom.id, Bali: Sebanyak 1.500 aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, selama arus mudik dan balik Lebaran. Pengamanan dilakukan di dalam dan luar bandara hingga laut.
General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Trikora Harjo mengatakan, aparat gabungan yang terlibatkana dari Aviation Security, Polisi, Otoritas Bandara, TNI dan Basarnas.
"Total ada 1.500 personel yang terlibat dalam pengamanan Lebaran," kata Trikora seperti dikutip Antara, Jumat (24/6/2016).
Trikora menjelaskan, aparat gabungan tersebut akan bersinergi mengamankan bandara. Pihaknya telah membagi tugas petugas tersebut. TNI AU, Aviation Security dan Polisi bertugas di bagian terminal dan parkir, sedangkan sebagian anggota lainnya bersama TNI AD patroli di beberapa titik. Sementara personel TNI AL dan Basarnas melakukan pengamanan di perairan sisi barat bandara.
"Kami meminimalkan hal-hal yang tidak kami inginkan atau mungkin ada infiltran atau orang-orang berniat jahat yang berniat mengganggu operasional bandara. Tahun ini kami minta TNI AL dan Basarnas untuk mengamankan dari sisi laut," kata Trikora.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika di bandara lain lebih banyak diwarnai arus mudik, namun di Bali lebih banyak arus kedatangan wisatawan.
Tri Kora mengungkapkan, ada enam maskapai penerbangan domestik dan internasional yang mengajukan 161 jadwal penerbangan tambahan untuk melayani rute di sejumlah kota di Tanah Air dan rute internasional, yakni Kuala Lumpur dan Taipe.
medcom.id, Bali: Sebanyak 1.500 aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, selama arus mudik dan balik Lebaran. Pengamanan dilakukan di dalam dan luar bandara hingga laut.
General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Trikora Harjo mengatakan, aparat gabungan yang terlibatkana dari Aviation Security, Polisi, Otoritas Bandara, TNI dan Basarnas.
"Total ada 1.500 personel yang terlibat dalam pengamanan Lebaran," kata Trikora seperti dikutip
Antara, Jumat (24/6/2016).
Trikora menjelaskan, aparat gabungan tersebut akan bersinergi mengamankan bandara. Pihaknya telah membagi tugas petugas tersebut. TNI AU, Aviation Security dan Polisi bertugas di bagian terminal dan parkir, sedangkan sebagian anggota lainnya bersama TNI AD patroli di beberapa titik. Sementara personel TNI AL dan Basarnas melakukan pengamanan di perairan sisi barat bandara.
"Kami meminimalkan hal-hal yang tidak kami inginkan atau mungkin ada infiltran atau orang-orang berniat jahat yang berniat mengganggu operasional bandara. Tahun ini kami minta TNI AL dan Basarnas untuk mengamankan dari sisi laut," kata Trikora.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika di bandara lain lebih banyak diwarnai arus mudik, namun di Bali lebih banyak arus kedatangan wisatawan.
Tri Kora mengungkapkan, ada enam maskapai penerbangan domestik dan internasional yang mengajukan 161 jadwal penerbangan tambahan untuk melayani rute di sejumlah kota di Tanah Air dan rute internasional, yakni Kuala Lumpur dan Taipe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)