Keajaiban Wudu dan Pertanyaan Nabi di Waktu Subuh
ILUSTRASI: Pixabay
Jakarta:Malam tuntas, Subuh menjelang. Rasulullah Muhammad saw. lekas mengambil air wudu. Namun, kota Madinah tengah dilanda kekeringan. Nabi tak mendapatkan air barang setetes pun.

"Apakah ada kantung kulit yang bisa dipakai untuk menadah air?" tanya Rasulullah kepada para sahabat.


Seseorang yang mendengarnya bergegas memberikan wadah yang diminta. Nabi memasukkan jari tangannya, lantas memancarlah air nan penuh berkah itu.

"Wahai Bilal, panggil mereka (sahabat) untuk berwudu," pinta Nabi.

Dengan tertib para sahabat berwudu satu per satu. Termasuk Ibn Mas'ud, ia bahkan meneguknya.

Usai wudu ditunaikan seluruh sahabat, Nabi pun langsung memimpin Subuh berjemaah.

Iman paling menakjubkan

Rampung menunaikan salat, Rasulullah berbalik menghadap jemaah. Beliau bertanya, "Wahai manusia, siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan?"

"Malaikat, ya Rasulullah," jawab seorang sahabat.

Nabi pun menimpalinya, "Bagaimana malaikat tidak beriman, padahal mereka pelaksana perintah Allah swt."

"Jika begitu, para nabi, ya Rasul," sambung sahabat berikutnya.

"Bagaimana para nabi tidak beriman, sementara wahyu dari langit turun kepada mereka," jawab Rasulullah lagi.

"Sahabat-sahabatmu, wahai Nabi," ujar seorang lainnya.

Nabi pun kembali membalas, "Bagaimana sahabat-sahabat tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, dan juga menyaksikan dengan kepalanya sendiri tentang tanda-tanda kerasulanku."

Para sahabat bergeming. Kemudian Rasulullah Muhammad bersabda, "Yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudah kalian semua. Mereka beriman kepadaku, tanpa pernah melihatku. Mereka membenarkanku, tanpa pernah menyaksikanku. Mereka menemukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka mengamalkan segala apa yang tertera dalam tulisan itu. Mereka membelaku selayak kalian membelaku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu."

Rasulullah mengutip QS. Al-Baqarah ayat 3;


"Mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."

"Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku," jelas Nabi. Sebelum dia kembali bersabda, "Berbahagialah orang yang beriman kepadaku, padahal tidak pernah melihatku," yang diulangi sebanyak tujuh kali.

Sumber:Ad-Dur al Mantsur fi at Tafsir al Ma'tsur (Jilid 1), karangan Imam Jalaluddin Abdurrahman asy Syuyuti.



(SBH)