Ilustrasi PSBB. Medcom.id
Ilustrasi PSBB. Medcom.id

Wamenag: Perang Melawan Covid-19 Seperti Berjihad dalam Peperangan

Ramadan Virus Korona Ramadan 2020
Siti Yona Hukmana • 09 Mei 2020 21:49
Jakarta: Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, mengajak masyarakat perang melawan virus korona (covid-19). Virus korona merupakan ancaman besar bagi jiwa manusia baik secara individu maupun masyarakat luas.
 
"Maka berperang melawan covid-19 itu juga selayaknya kita seperti berjihad dalam sebuah peperangan, karena yang kita hadapi adalah sesuatu yang membahayakan jiwa dan kehidupan manusia," kata Zainut dalam Dialog Ramadan 1441 Hijriah Masjid Nursiah Daud Paloh, Sabtu, 9 Mei 2020.
 
Zainut menuturkan perintah agama yang sangat utama ialah menjaga jiwa, menjaga keturunan. Perintah-perintah itu wajib dilakukan umat Islam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan Rasulullah SAW menyampaikan dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin: 'Saya pernah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit, lalu Rasulullah menjawab dan memberitahukan kepada saya bahwa wabah itu adalah siksa yang diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang dikehendaki dan dia juga menjadikan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman'.
 
Lalu, 'Siapa yang menghadapi wabah dan dia bersabar dengan tinggal di rumahnya dengan ikhlas. Padahal dia mengetahui wabah itu tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah ditetapkan oleh Allah, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang mati syahid'.
 
"Begitu Rasulullah memberikan suatu nasihat kepada umat manusia ketika terjadi wabah, memang diutamakan kita harus tetap tinggal di rumah. Rasulullah juga menyampaikan ketika mendengar wabah terjadi di suatu daerah Anda jangan menuju daerah tersebut, jika Anda sudah berada di daerah itu jangan keluar dari daerah itu," tutur Zainut.
 
Zainut menegaskan anjuran menjaga jarak fisik atau physical distancing sama halnya dengan nasihat Rasulullah tersebut. Namun, menjaga jarak itu bukan satu-satunya upaya dalam berjihad.
 
"Itu hanya fokus kita dalam menangani covid-19," ucap dia.
 
Dia menyebut menjaga jiwa umat manusia menjadi satu tugas yang sangat utama di dalam perintah agama. Apalagi, saat ini tengah melaksanakan ibadah puasa. Dia berharap dalam bulan Ramadan ini tidak hanya dapat menumbuhkan kepekaan spiritual kepada Allah, tapi juga kepekaan sosial terhadap sesama umat manusia.
 
"Karena Rasulullah bersabda 'Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan di dunia dari seorang mukmin maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat'," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
 

(REN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif