Abdullah ibn Abu Bakar, Telik Sandi Nabi di Waktu Subuh
ILUSTRASI: Pixabay
Jakarta: Aisyah binti Abu Bakar As Shidiq menuturkan detik-detik keberangkatan Rasulullah Muhammad saw. dan ayahnya ke Madinah.

Pada suatu hari, kata Aisyah, ketika ia tengah duduk bersama keluarga besarnya di teras rumah tiba-tiba datang seseorang yang mengabarkan bahwa Nabi hendak berkunjung.


"Demi Allah, Rasulullah tidak akan datang kecuali ada urusan yang teramat penting," kata Abu Bakar, setengah tak percaya.

Tidak berapa lama, benar, Rasulullah sudah berada di muka rumah. Nabi meminta Abu Bakar untuk memastikan tidak ada seorang pun yang bisa mendengar sesuatu yang akan dibicarakannya.

Abu Bakar berkata, "Aku bersumpah, keluargaku adalah keluargamu juga, wahai Nabi. Dia adalah orang-orang yang bisa dipercaya."

Nabi menerima. Beliau pun berbisik kepada Abu Bakar, "Aku telah mendapatkan izin dari Allah swt. untuk berhijrah."

"Apakah aku bisa menemanimu, wahai Rasulullah?" harap Abu Bakar.

"Benar."

"Silakan pakai salah satu tungganganku, ya Nabi," tawar dia.

"Aku ambil yang gemuk."

Rasulullah pun pamit berangkat, sementara Abu Bakar menyusulnya dengan titik pertemuan yang disepakati di Gua Tsur, sebuah gua di kaki bukit dekat Mekkah di sebelah selatan distrik Al Misfalah.

Ketika bertemu di sana, Rasulullah dan Abu Bakar memilih berdiam di dalamnya selama tiga hari demi menghindari pencegatan kafir Quraisy. Di sinilah, putra Abu Bakar bernama Abdullah memulai perannya untuk membocorkan rencana petinggi-petinggi Mekkah demi melancarkan perjalanan Nabi dan ayahnya.

Abdullah dikenal sebagai anak yang cerdas dan tangkas. Ia keluar dari gua pada waktu sahur dengan perkiraan sudah berada di Mekkah tepat waktu subuh.

Setelah sampai, Abdullah akan mendatangi dan menangkap obrolan dari setiap kerumunan. Informasi-informasi yang didapat, kemudian disampaikan kepada Abu Bakar.

Atas jasa Abdullah, perjalanan hijrah Nabi pun cenderung aman dan lancar. Siasat kafir Quraisy untuk menjegal Nabi; gagal.

Sumber: Disarikan dari hadis riwayat Al Bukhari No. 3905, bab Manaqib Al Anshar dan Bab Hijrah Al Nabiyy.



(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id