Ilustrasi. Dok. Pcarrascogarcia dari Pixabay
Ilustrasi. Dok. Pcarrascogarcia dari Pixabay

29 April 711: Pasukan Islam Menaklukkan Spanyol

Ramadan pengenalan islam kisah ramadan Ramadan 2020
Oase.id • 29 April 2020 08:42
Jakarta: Sahabat Rasulullah Muhammad, Thariq bin Ziyad, berhasil menerobos wilayah Eropa bersama tujuh ribu pasukannya. Thariq, diperintah Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nushair, untuk menaklukkan Hispania yang mencakup Spanyol, Iberia, dan Portugal.
 
Thariq berangkat dari Afrika Utara menuju sebuah kawasan dekat gunung Gibraltar. Dari titik itu, pasukan Muslim dengan gesit melebarkan kekuasaannya ke seluruh Semenanjung Iberia. Pendaratan Thariq yang mengawali perluasan pengaruh Islam ke Eropa itu terjadi pada 29 April 711.

Latar belakang

Sebelum ditaklukkan dan dikuasai pasukan Islam, kawasan Iberia merupakan pusat kekuasaan kerajaan Visigoth. Kerajaan ini kerap melancarkan propaganda agar penduduk membuat kerusuhan demi menentang kekuasaan Bani Umayyah.
 
Menurut Philip Khuri Hitti dalam History of The Arabs: From the Earliest Times to the Present (2002), pengintaian wilayah ini sudah dilakukan sejak Juli 710.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mula-mula, Musa bin Nushair menunjuk orang kepercayaannya, Tharif bin Malik, untuk mendarat di semenanjung kecil dengan membawa balatentara berkekuatan 100 pasukan kavaleri dan 400 infanteri.
 
Mereka menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan Eropa dengan menggunakan empat kapal yang disediakan Yulianus, mantan penguasa wilayah Septa.
 
Dalam penyerbuan itu, Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Mereka menang dan kembali ke Afrika Utara. Terdorong dengan keberhasilan Tharif ini, Musa mengirimkan kembali pasukannya ke Andalusia di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
 
"Dari sisi kecepatan operasi dan kadar keberhasilannya, ekspedisi ke Spanyol memiliki kedudukan yang unik dalam sejarah militer abad pertengahan," tulis Hitti.
 
Baca: Tafsir Al-Mishbah: Jerit Putus Asa Para Penghuni Neraka

Penaklukan

Thariq membawa pasukan yang kebanyakan berasal dari suku Moor, dan perwakilan bangsa Arab yang dikirim Khalifah Al-Walid I.
 
Ketika berhasil menyeberangi selat dan menguasai Giblartar, mereka membuat pertahanan dan tempat menyiapkan pasukan untuk memulai penaklukan.
 
Dalam pertarungan yang dikenal dengan sebutan Pertempuran Guadalete itu, Raja Roderikus alias Rodrigo dapat dikalahkan. Thariq kemudian bergerak menaklukkan Cordoba, Granada, dan Toletum, ibu kota Visigoth.
 
Ketika hendak memasuki Toletum, Thariq meminta tambahan pasukan kepada Musa yang kemudian dijawab dengan pengiriman sebanyak lima ribu personel. Sehingga total pasukan yang terlibat dalam penaklukan berjumlah 12 ribu orang. Namun, jumlah ini belum sebanding dengan militer Visigoth yang berjumlah 100 ribu orang.
 
Willem Brownstok dalam Islam: Dari Invasi Mongol ke Penaklukan Muslim di India (2020) menuliskan, kekalahan pasukan Visigoth bisa juga lantaran faktor internal, yakni konflik perpecahan yang sedang terjadi di dalam kerajaan.
 
Pada 710, Raja Visigoth, Witiza, meninggal. Namun, anak-anak yang disiapkan sebagai penggantinya tak mampu berkuasa. Tak lama, seorang kerabat jauh kerajaan, Rodrigo, mengambil alih melalui beberapa perebutan dan pemberontakan.
 
"Seluruh pasukan Visigoth yang datang bersamanya dengan curang dan dalam persaingan karena harapan kerajaan, melarikan diri," tulis Brownstok.
 
Di Toletum, penguasa kerajaan Visigoth lainnya, Theodomirus dari Auraiola bergabung dengan Thariq untuk menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Caesaraugusta sampai Navarra.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif