Nabi Tak Datang, Salat Malam Bulan Ramadan Bukan Kewajiban
ILUSTRASI: Pixabay
Jakarta:Di malam awal-awal puasa diwajibkan, Nabi Muhammad saw. pergi ke masjid untuk mendirikan salat.

Melihat kedatangan Rasulullah, para sahabat mulai mengikuti rutinitas itu. Pada malam kedua, jemaah yang berkunjung ke masjid lebih banyak dari biasanya.


Hingga bergulirlah Ramadan di malam ketiga, sementara orang-orang yang berkumpul kian membeludak. Hanya saja, ada yang berbeda. Tak ada Nabi, sosok yang paling ditunggu dalam menunaikan salat.

Sampai malam habis, Nabi tak bisa ditemui. Baru dalam khotbah di pagi harinya, Rasulullah bersabda;

"Aku sudah melihat apa yang kau kerjakan. Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi saya dan menunaikan salat bersama kalian. Hanya saja aku khawatir, kalian mewajibkan diri untuk melakukannya."


Sumber:Disarikan dari Sahih Bukhari, Kitab At-Tahajjud, Bab Tahridh An-Nabi SAW ala Shalah Al Lail wa An Nawafil min Ghairi Ijabin (1077).



(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id